Breaking News

AGAMA Cegah Potensi Kejahatan Keuangan, Paus Fransiskus Hapus Hukum Istimewa bagi Kardinal dan Uskup 04 May 2021 12:23

Article image
Paus Fransiskus. (Foto: Reuters/BBC)
Aturan ini diharap bisa mempersingkat, proses hukum untuk meminta pertanggungjawaban para kardinal dan uskup yang berbasis di Vatikan, erutama jika mereka diduga melakukan kesalahan.

VATICAN CITY, IndonesiaSatu.co-- Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus memutuskan bahwa para uskup dan kardinal yang bekerja di Vatikan akan diadili oleh pengadilan awam, sama dengan kasus-kasus kriminal lainnya dan tidak lagi oleh panel elite wali gereja.

Paus Fransiskus mengeluarkan keputusan yang membatalkan ketentuan dalam hukum pidana sipil Vatikan pada Jumat (30/4/2021) melansir Reuters BBC sebagaimana diberitakan Kompas.com

Semula, para uskup dan kardinal hanya diadili oleh Pengadilan Kasasi, badan tertinggi yang terdiri dari para kardinal dan pendeta berpangkat tinggi lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa kasus di mana orang-orang awam yang terperangkap dalam penyelidikan pidana diadili dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan biasa, yang terdiri bukan imam.

Sementara para kardinal yang terlibat dalam kasus yang sama, tidak diadili sama sekali atau menerima perlakuan khusus.

Dalam kata pengantar dekrit tersebut, Paus Fransiskus mengatakan hukum sipil di Vatikan, yang merupakan negara kota yang berdaulat, harus "tanpa hak istimewa yang berlaku di masa lalu, yang sekarang sudah tidak lagi sejalan" dengan tanggung jawab individu.

Reuters mewartakan pada Jumat (30/4/2021), perubahan tersebut diharapkan berlaku sebagian besar pada kejahatan keuangan.

Aturan ini diharap bisa mempersingkat, proses hukum untuk meminta pertanggungjawaban para kardinal dan uskup yang berbasis di Vatikan, erutama jika mereka diduga melakukan kesalahan.

Meski demikian, Paus masih berwenang menyetujui dimulainya penyelidikan atau persidangan.

“Sementara perubahan itu akan memudahkan para kardinal dan uskup yang berbasis di Vatikan untuk diselidiki dan dituntut, perlindungan terhadap mereka juga diberikan dengan adanya dua kesempatan untuk mengajukan banding,” kata ahli hukum Gereja Katolik kepada Reuters.

Ini adalah kedua kalinya dalam beberapa hari terakhir Paus Fransiskus mengirimkan sinyal yang jelas kepada para kardinal, tentang perlunya lebih banyak pertanggungjawaban.

Pada Kamis (29/4/2021) Pemimpin Gereja Katolik Roma itu juga mengeluarkan dekrit lain yang isinya mengamanatkan transparansi dan kontrol ekonomi penuh untuk manajer Vatikan, termasuk bagi para kardinal.

Ditetapkan juga bahwa mereka tidak boleh menerima hadiah pribadi senilai lebih dari 40 euro (Rp 694.159).

Aturan baru tentang pengadilan tingkat pertama dalam kasus pidana dapat memengaruhi Kardinal Angelo Becciu.

Becciu dipecat oleh Paus ke 266 Katolik Roma tersebut, dari jabatan puncak Vatikan tahun lalu. Dia terjerat tuduhan penggelapan dan nepotisme. Tapi Becciu membantah melakukan kesalahan.

--- Guche Montero

Komentar