Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PENDIDIKAN Cegah Radikalisme di Kampus, Ini Respon Menristekdikti 07 Jun 2018 12:07

Article image
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir (Foto: Ist)
"Tanggal 25 Juni nanti, setelah libur lebaran, saya akan kumpulkan semua rektor perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia untuk menyikapi radikalisme di dalam kampus," kata Nasir.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir mengambil langkah responsif guna mencegah radikalisme di kampus. Hal itu menanggapi laporan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebut ada sejumlah universitas negeri yang terpapar paham radikal.

"Tanggal 25 Juni nanti, setelah libur lebaran, saya akan kumpulkan semua rektor perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia untuk menyikapi radikalisme di dalam kampus," kata Nasir di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6/18).

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan meminta universitas-universitas negeri memperbaiki kurikulum dan meminta rektor universitas untuk mendata seluruh mahasiswa, staf, serta dosen yang terpapar paham radikal.

"Kurikulum kami perbaiki. Rektor, saya minta mendata semua pegawai, dosen dan mahasiswa yang terpapar radikalisme. Sebelum ditindak, tentu ada mediasi dan pernyataan sikap tegas, mau kembali lagi atau tidak ke NKRI. Ke depan, data-data itu akan dikoordinasikan dengan BNPT dan BIN. Harapannya, data tersebut membantu universitas melacak mahasiswa, dosen, atau stafnya yang terpapar paham radikal baik dari media sosial maupun kegiatan lainnya. Nanti mahasiswa baru sudah mulai bekerja sama dengan BNPT dan BIN," jelas Nasir.

--- Guche Montero

Komentar