Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Cegah Resiko Epidemik Virus Ebola, WHO: Misi Belum Berakhir 14 Jun 2018 19:03

Article image
Para dokter dari organisasi Medecin Sans Frontier (MSF) mengangkut jasad seseorang yang meninggal dunia akibat ebola (Foto: Ist)
"Misi ini tidak akan berakhir sampai benar-benar berakhir. Meskipun hanya ada satu kasus yang menyebar keluar Kongo dan masuk ke wilayah perkotaan, maka akan ada risiko epidemik lainnya," kata Ghebreyesus.

KONGO, IndonesiaSatu.co-- Kepala Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, kembali memperingatkan semua pihak untuk tetap waspada terhadap resiko epidemik penyebaran wabah Ebola di Kongo, meski banyak tanda menunjukkan bahwa virus tersebut sudah dikendalikan.

"Penyebarannya memang sudah bisa dikendalikan, namun tetap belum berakhir. Semua pihak tetap waspada terhada dampak epidemi virus tersebut. Kami masih memerangi Ebola dan semua pihak harus terus memperkuat penanganan dan waspada," kata Ghebreyesus kepada wartawan saat mengunjungi ibukota Republik Demokratik Kongo, Kinshasa, Rabu (13/6/18) seperti dilansir Antaranews.com.

Pada pekan sebelumnya, sejumlah pejabat WHO meyakini bahwa penyebaran virus mematikan itu sudah bisa dikendalikan terutama akibat pengiriman cepat vaksin dari masyarakat dunia. Meski demikian, pihak kementerian kesehatan Kongo melaporkan kasus pertama Ebola dalam satu pekan terakhir terjadi di kawasan pedesaan Iboko.

Ghebreyesus menerangkan bahwa sebanyak 2.200 orang telah divaksinasi dan penanganan kasus serta pelacakan terhadap orang-orang yang berhubungan dengan korban Ebola sudah berjalan lancar.

"Misi ini tidak akan berakhir sampai benar-benar berakhir. Meskipun hanya ada satu kasus yang menyebar keluar Kongo dan masuk ke wilayah perkotaan, maka akan ada risiko epidemik lainnya," terang dia.

Tercatat, wabah Ebola telah menewaskan 27 orang sejak penyebarannya dimulai pada April lalu. Hingga kini sudah ada 62 kasus, dan 38 di antaranya telah terkonfirmasi laboratorium. Namun masih ada puluhan orang lain yang diduga terkena virus Ebola.

Berbeda dengan penyebaran wabah Ebola pada masa lalu, pekerja kesehatan bergerak cepat untuk menahan laju penyebaran di Kongo.

Pada tahun 2013-2016, wabah Ebola menewaskan 11.300 orang di kawasan Afrika Barat. Saat itu, WHO dikritik karena tidak menganggap serius penyebaran wabah tersebut pada tahap awal.


--- Guche Montero

Komentar