Breaking News

INTERNASIONAL China Tembakkan Rudal ke Laut China Selatan, AS Keluarkan Peringatan 28 Aug 2020 11:36

Article image
Peta kawasan sengketa di Laut China Selatan. (Foto: nhk.org.jp)
Menteri Pertahanan AS: Sistem "bebas dan terbuka" dunia yang disepakati setelah Perang Dunia II terancam oleh "tindakan melanggar aturan" China di kawasan Indo-Pasifik.

BEIJING, IndonesiaSatu.co -- Militer China menembakkan empat rudal balistik jarak menengah dari daratan China ke wilayah Laut China Selatan, tepatnya di antara Pulau Hainan dan Kepulauan Paracel, Rabu (26/8/2020).

Seperti dilansir faz.net, Jumat (28/8/2020), aksi China yang dilakukan di tengah latihan militer di kawasan sengketa itu semakin memanaskan hubungan China dan Amerika Serikat (AS).

Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan, latihan militer China dan penembakan rudal ke kawasan sengketa memperlihatkan klaim China atas wilayah yang oleh hukum internasional dilindungi sebagai jalur bebas.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengingatkan, Kamis (27/8/2020), bahwa sistem "bebas dan terbuka" dunia yang diciptakan setelah Perang Dunia II terancam oleh "tindakan melanggar aturan" China di kawasan Indo-Pasifik.

Esper juga menegaskan, kawasan Indo-Pasifik merupakan salah satu titik persaingan kekuatan besar dan AS "tidak akan menyerah sedikit pun" kepada negara-negara yang mengancam kebebasan internasional.

Pernyataan yang disampaikan Esper di pangkalan Komando Indo-Pasifik AS di Hawaii, sebelum menuju Guam dan Palau untuk menghadiri peringatan 75 tahun berakhirnya Perang Dunia II, itu dinilai ditujukan secara jelas pada ororitas China.

Sumber faz.net menyebutkan, peluncuran rudal China terjadi setelah AS memberlakukan sanksi terhadap sejumlah perusahaan China yang ditengarai menyokong program militerisasi China di kawasan Laut China Selatan.

--- Rikard Mosa Dhae