Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

INDUSTRI Citi Indonesia dan IBL Dorong Peran Generasi Muda di Kawasan Industri 27 Oct 2017 23:50

Article image
Citi dan IBL Perkuat peran anak muda di industri. (Foto: bisnis/dedi)
Hampir 70% anak muda ketika disurvei ingin berwirausaha, namun kenyataannya hanya 6% yang saat ini benar-benar menjalankan usahanya sendiri.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Citi Indonesia melalui payung kegiatan kemasyarakatannya Citi Peka (Peduli dan BerKarya) bersama lembaga nirlaba Indonesia Business Links (IBL), kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya mengatasi pengangguran generasi muda di Indonesia melalui program Skilled Youth. Di Citi, program ini merupakan bagian dari inisiatif Pathways to Progress yang dilaksanakan di berbagai negara di dunia.

Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Bappenas Mahatmi Parwitasari Saronto menyatakan apresiasi usaha dan komitmen yang telah dibuktikan oleh Citi Indonesia dan IBL dalam beberapa tahun ini untuk membantu mengurangi pengangguran di kalangan generasi muda melalui program pengembangan anak muda, mulai dari peningkatan keahlian bekerja, panduan kewirausahaan, dan pembangunan karakteristik yang relevan.

"Modul-modul ini dapat memperkuat kompetensi generasi muda untuk siap bekerja atau memulai usaha awalnya," katanya di Jakarta, Jumat (27/10).

Sementara CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menyatakan, secara global, Citi telah mengumumkan komitmen filatropi terbesar di sepanjang sejarah Citi Foundation melalui inisiatif Pathways to Progress.

"Komitmen ini bertujuan untuk membantu mengurangi pengangguran di kalangan generasi muda di kota-kora besar di dunia termasuk Indonesia. Dalam program ini, kami menekankan edukasi dan literasi finansial yang akan dimasukkan ke dalam modul untuk para penerima manfaat," kata Batara Sianturi.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2017 mencapai 7,01 juta orang atau 5,33%. Data tersebut juga menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding di pedesaan. Melalui kolaborasi berbagai pihak dan mitra NGO, program ini diharapkan dapat membantu generasi muda di kawasan industri untuk mendapatkan pekerjaan atau menciptakan inisiatif bisnis baru berskala kecil.

“Dibutuhkan kemitraan dari berbagai pihak, di antaranya pemerintah pusat maupun daerah, pelaku bisnis, serta masyarakat umum dalam menciptakan lingkungan kondusif bagi pemberdayaan generasi muda Indonesia. Memenuhi akan kebutuhan tersebut, kami wujudkan dukungan melalui program Skilled Youth bersama mitra kami Citi Indonesia. Adapun program ini terdiri dari pelatihan soft skill, keterampilan teknis, pendampingan usaha, penyiapan kerja, serta dukungan lainnya yang dibutuhkan oleh para kaum muda,” ujar Chairman Board of Patron Indonesia Business Links Heru Prasetyo.

Skilled Youth Phase II merupakan program lanjutan yang telah dilaksanakan dalam dua tahun terakhir. Ditujukan bagi kaum muda usia 16-24 tahun, pada penyelenggaraan Skilled Youth sebelumnya, program ini telah menjangkau 492 siswa dari sekolah menengah kejuruan dan atas, termasuk SMK yang berlokasi di Cikarang Barat, Karawang, dan Bekasi.

Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki menambahkan, antusiasme di tahun perdana penyelenggaraan program ini sangat luar biasa - hingga melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.

"Kami berharap, di fase kedua ini, semakin banyak kaum muda yang menerima manfaat dari program yang diikuti, sehingga dapat meningkatkan peluang ketenagakerjaan, juga keahlian kewirausahaan bagi mereka yang memilih untuk sukses di jalur ini," katanya.

Melibatkan 7.000 anak muda usia 18-24 tahun di 45 kota dari 32 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia, Citi Foundation dan Ipsos menggelar sebuah studi bertajuk Global Youth Survey 2017. Salah satu temuan dari survei tersebut menunjukkan bahwa generasi muda memiliki semangat wirausaha yang tinggi, namun belum berani untuk memulai bisnis. Hampir 70% anak muda ketika disurvei ingin berwirausaha, namun kenyataannya hanya 6% yang saat ini benar-benar menjalankan usahanya sendiri. Program Skilled Youth hadir, sebagai jawaban dari kebutuhan generasi muda akan program pembekalan keterampilan dan kemampuan, yang berguna untuk menunjang pengembangan diri untuk mencapai target ekonomi yang mereka tetapkan.

Salah satu penerima manfaat program Skilled Youth, Isna Afridha yang telah berhasil mengembangkan usaha jilbab menyatakan, “Sejak lama saya memiliki keinginan untuk berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang sekitar. Namun saya tidak mengetahui harus mulai dari mana. Berkat bimbingan dan pembekalan yang saya terima selama mengikuti program Skilled Youth yang diinisiasi IBL dan didukung Citi Indonesia, saya mendapatkan pengetahuan lebih dalam memulai dan mengembangkan bisnis yang hingga kini saya tekuni.”

--- Sandy Romualdus

Komentar