Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

POLITIK CSIS: Elektabilitas Jokowi Ungguli Prabowo 25,1 % 12 Sep 2017 14:00

Article image
Presiden Jokowi ketika mengendarai kuda bersama Prabowo Subianto di Hambalang. (Foto: merdeka.com)
Joko Widodo (Jokowi) menempati elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan figur-figur potensial lainnya menjelang pilpres 2019.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Joko Widodo (Jokowi) menempati elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan figur-figur potensial bakal calon presiden lainnya menjelang pilpres 2019.

Demikian salah satu kesimpulan survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dilakukan pada 23-30 Agustus 2017, sebagaimana diterima IndonesiaSatu.co, Selasa (12/9/2017).

Jokowi memiliki tingkat elektabilitas 50,9 %, disusul Prabowo Subianto dengan 25,8 %. Adapun calon-calon lain yang memiliki elektabilitas di bawah Prabowo seperti Basuki Tjahaja Purnama 1,3 %, Ridwan Kamil 2,1 %, Gatot Nurmantyo 1,8 %, dan Agus Harimurti Yudhoyono 2,8 %.

CSIS juga menemukan Jokowi yang kini menjadi Presiden Republik Indonesia mengalami kenaikan elektablilitas yang cukup signifikan yakni sekitar 9 % dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2015 dan 2016, elektabilitas Jokowi berturut-turut 36,1 %, dan 41,9 %. Sementara rival terdekat Jokowi, Prabowo Subianto cenderung mengalami stagnasi. Kini jarak elektabilitas Jokowi dan Prabowo semakin jauh yakni 25,1 %.

Elektabilitas Jokowi sejalan dengan kenaikan tingkat kepuasan publik. Kepuasan publik terhadap kinerja Joko Widodo-Jusuf Kalla mencapai 68,3% di tahun 2017. Tingkat kepuasan publik ini naik tipis 1, 8% dibandingkan 2016. Pada 2016, tingkat kepuasan tercatat 66,5% dan pada 2015 sebesar 50,6%.

Riset CSIS melibatkan 1.000 orang responden yang tersebar di 34 provinsi Indonesia pada 23-30 Agustus 2017. Riset dalam bentuk wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur. Margin of error survei ini sebesar +/-3,1% pada tingkat kepercayaan 95%. 

--- Redem Kono

Komentar