Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

REGIONAL Dalam Keterbatasan, Pustaka Mini ION Detupau Tumbuhkan Minat Belajar 27 Aug 2017 14:22

Article image
Anak-anak asyik membaca di perpustakaan mini Illa One Nua (ION) Detupau, Desa Likanaka Kecamatan Wolowaru, Ende. (Foto: Guche Montero)
Vikar meyakini bahwa gagasan pustaka mini ION Detupau akan menjadi wadah pendidikan yang baik bagi anak-anak juga menyadarkan orang tua dan masyarakat agar menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan pendidikan anak-anak.

ENDE, IndonesiaSatu.co -- Gagasan berdirinya perpustakaan mini Illa One Nua (ION) Detupau, Desa Likanaka Kecamatan Wolowaru, Ende, perlahan-lahan membuahkan hasil bagi para siswa Sekolah Dasar dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Meski dalam keterbatasan baik kondisi bangunan yang masih darurat, minimnya referensi buku-buku bacaan juga kebutuhan sarana-prasana belajar, namun pustaka mini yang berdiri sejak tahun 2015 ini mampu menumbuhkan minat belajar anak-anak.

Kepada IndonesiaSatu.co , Vinsensius A. Laka selaku penggagas pustaka mini menjelaskan bahwa tujuan dibentuknya taman baca ION Detupau yakni ingin membimbing anak-anak agar mencintai budaya literasi lewat membaca dan menulis sejak dini.

"Anak-anak dibimbing agar ada aktivitas edukatif setelah mendapat pelajaran di sekolah. Awalnya begitu sulit mengarahkan anak-anak yang identik dengan usia bermain. Perlahan-lahan tumbuh semangat dan minat setelah kami mendapat bantuan buku-buku bacaan. Hingga sekarang, sebanyak 30 anak yang cukup giat mengunjungi taman baca. Pola bimbingan belajar disesuaikan dengan dunia anak-anak baik lewat rekreasi, permainan, maupun latihan membaca dan menulis di alam bebas," kata Vikar.

Vikar menuturkan bahwa minat dan semangat anak-anak terus tumbuh meski dengan situasi penuh keterbatasan.

"Anak-anak tidak merasa malu atau minder dengan situasi keterbatasan yang ada. Mereka disadarkan dan dibimbing pada situasi konkrit agar tidak pasrah dan menyerah dengan situasi yang ada. Mereka memiliki potensi untuk berprestasi jika terus dibimbing dan diberi motivasi secara positif selain peran orang tua dalam keluarga dan para pendidik di sekolah. Bimbingan non-formal membantu perkembangan mental dan terutama kecintaan mereka untuk terus mengasah kemampuan membaca dan menulis," lanjutnya.

Vikar meyakini bahwa gagasan pustaka mini ION Detupau akan menjadi wadah pendidikan yang baik bagi anak-anak juga menyadarkan orang tua dan masyarakat agar menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan pendidikan anak-anak.

"Saya yakin, situasi keterbatasan menjadi dorongan dan motivasi belajar bagi anak-anak untuk bisa berprestasi. Kerjasama dan dukungan berbagai pihak sangat kami harapkan terurama donasi buku-buku bacaan, buku pelajaran maupun bentuk donasi lain yang berguna bagi anak-anak. Sejujurnya, akses pendidikan bagi anak-anak di kampung terpencil menjadi tantangan yang tidak mudah. Gerakan pustaka mini ini berangkat dari kepedulian dan harapan agar dunia pendidikan anak-anak mendapat atensi serius dengan segala tuntutan dan kebutuhan," kesannya.

Vikar menaruh harapan besar agar pustaka mini ION Detupau mampu mencetak generasi anak-anak yang berprestasi di masa mendatang.

"Semoga pustaka mini ini menjadi pancaran cahaya harapan agar kepedulian terhadap kemajuan pendidikan anak-anak menjadi panggilan bersama. Semoga dengan pustaka mini di tengah kampung terpencil ini, anak-anak termotivasi untuk menjadi generasi berprestasi di masa mendatang. Kami mengharapkan dukungan dan kontribusi lewat donasi tanpa pamrih demi kemajuan dan perkembangan pustaka mini ION Detupau. Terakhir, anak-anak mendapat bantuan dari Standardpen Indonesia saat peringatan HUT RI ke-72 beberapa waktu lalu," pungkasnya.

 

--- Guche Montero

Komentar