Breaking News

PERIKANAN DanaLaut Siap Fasilitasi Pembiayaan UMK Kelautan Rp50 Miliar 21 Jan 2019 18:26

Article image
Ilustrasi nelayan dan hasil laut. (Foto: ist)
Di 2019, DanaLaut berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke lima sektor: pertanian garam, budidaya rumput laut, usaha turunan produk laut, tambak, dan pusat pengolahan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- DanaLaut merupakan perusahaan teknologi finansial di bidang peer to peer (P2P) lending yang berdiri dan beroperasi pada 2018. Terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DanaLaut menjadi satu dari sedikit P2P lending yang fokus pada sektor ekonomi kelautan di Indonesia.

Sepanjang 2018, DanaLaut telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp1 miliar dengan Kepulauan Kei, Maluku Tenggara sebagai titik awal. Beberapa daerah yang difasilitasi antara lain, Evu, Letvuan, Satean, Hoat, dan Faan. Pencapaian tersebut merupakan langkah awal bagi DanaLaut untuk terus membangun sektor ekonomi kelautan Indonesia di tahun-tahun selanjutnya.

“DanaLaut berkomitmen membuka akses pembiayaan bagi para pelaku usaha kelautan berskala mikro dan kecil, seperti nelayan pesisir, petani garam, pembudidaya rumput laut, serta koperasi-koperasi yang bergerak di sektor kelautan,” tutur Niko Ariansyah, co-founder DanaLaut.

Memasuki 2019 ini, DanaLaut memiliki target penyaluran pembiayaan sebesar Rp50 milyar ke lima sektor bidang kelautan, yakni pertanian garam, budidaya rumput laut, usaha turunan produk laut, tambak, dan pusat pengolahan. Kelima sektor ini diharapkan mampu menciptakan sebuah ekosistem bidang kelautan yang menjamin keberlangsungan usaha semua pihak. DanaLaut menargetkan 150 proyek pendanaan yang akan disalurkan di sepanjang tahun 2019.

“Laut Indonesia memiliki potensi besar, sumber daya manusianya ada. Yang dibutuhkan saat ini adalah modal, konsistensi, dan dukungan ekosistem. Inilah alasan DanaLaut hadir,” jelas Niko mengenai komitmen DanaLaut.

Terkait dengan hal tersebut, DanaLaut pun membuka kesempatan bagi siapapun untuk berpartisipasi dalam membangun sektor ekonomi kelautan.

“Masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha punya tanggung jawab yang sama. Bersama DanaLaut, kita bahu-membahu mengelola laut Indonesia dan menjadi poros maritim dunia, sesuai dengan apa yang telah dicanangkan oleh Pemerintah,” tutup Niko.

--- Sandy Romualdus

Komentar