Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

UKM Dekornas: Agar Dunia Usaha Lebih Giat, Diperlukan Penataan Manajemen UMKM 07 Sep 2017 16:02

Article image
Bintang Puspayoga, Ketua bidang Manajemen Usaha Dewan Koperasi Nasional (Foto: Humas Kemenkop)
"Diperlukan sinergi berbagai pihak untuk melakukan upaya pembinaan dan pengembangan usaha UMKM perajin, baik dalam hal pemasaran, manajemen, permodalan, peningkatan mutu produk maupun pemanfaatan teknologi informasi," kata Bintang Puspayoga,

SOLOK, IndonesiaSatu.co -- Di tengah kondisi perekonomian global yang elum sepenuhnya pulih, diperlukan upaya nyata untuk mendorong dunia usaha agar lebih giat. Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan yaitu menata kembali manajemen usaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan produk-produk kriya yang berdaya saing.

"Diperlukan sinergi berbagai pihak untuk melakukan upaya pembinaan dan pengembangan usaha UMKM perajin, baik dalam hal pemasaran, manajemen, permodalan, peningkatan mutu produk maupun pemanfaatan teknologi informasi," kata Bintang Puspayoga, Ketua bidang Manajemen Usaha Dewan Koperasi Nasional (Dekranas) saat membacakan sambutan Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla, yang sekaligus membuka acara Sinergitas Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranas, yang berlangsung di Nagari Panyakalan, Kabupaten Solok, Rabu (6/9/2017).

Bintang menambahkan, Propinsi Sumbar memiliki potensi seperti tenun pandai sikek dan songket yang luar biasa.

"Mulai dari ketersediaan bahan baku, motif dan cirinya yang unik sampai proses pembuatannya yang khas. Tenun pandai sikek dan songket prospek yang cerah untuk dikembangkan," imbuhnya.

Di era pasar bebas Asean, ini bisa menjadi  harapan bagi keberlangsungan kain-kain tradisional negara-negara Asean seperti Thailand, Myanmar, Philipina yang sudah merangsek masuk ke pasar dalam negeri.

Kedatangan Bintang Puspayoga beserta rombongan disambut dengan tari pasambahan yang khusus ditampilkan untuk menyambut tamu.

Abdul Kadir Damanik, Deputi Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM mengatakan, sinergi program Kemenkop dan UKM dengan Dekranas ini digelar guna mendorong para pengrajin dalam meningkatkan usaha agar mampu bersaing baik di pasar lokal, domestik maupun pasar global.

"Sinergi acara ini dilaksanakan guna meningkatkan wawasan para pengrajin baik di bidang perkoperasian, UKM maupun jaringan pemasaran," katanya.

Acara ini terlaksana berkat kerjasama tiga Deputi pada Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu Deputi Pemasaran dan Produksi, Deputi Restrukturisasi Udaha dan Deputi Pengembangan SDM.

Di tempat yang sama, Gusmal, Bupati Solok mengatakan bahwa Solok merupakan daerah yang sangat sejuk, banyak hasil bumi berupa hasil pertanian maupun buah-buahan. Banyak juga tempat wisata antara lain danau Singkarak, puncak gagowan di Paninggahan dan lain-lain.

"Di Kabupaten Solok juga banyak UKM batik, usaha kerajinan tenun yang indah, UMKM kuliner dan lain-lain," papar Gusmal.

Ketua Dekranasda Propinsi Sumbar Nevy Zuairina Irwan Prayitno mengapresiasi dilaksanakannya acara ini dan diharapkan dapat membantu pelaku pengrajin, tenun, songket, sulaman di Propinsi Sumatera Barat. Dengan tangan-tangan terampil, imbuh Nevy, mereka dapat menghasilkan produk-produk bermutu yang digemari baik di dalam maupun di luar negeri.

"Kami memiliki Koperasi Bunga Nagari Sapakat, yang beranggotakan Dekranasda dan pengrajin di Sumbar. Apabila ada pesanan, kita akan arahkan ke sana, supaya quality kontrolnya terjamin," kata Nevy.

 

 

--- Ernie Elu Wea

Komentar