Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

INTERNASIONAL Demonstrasi Rusuh di Iran Berlanjut, Sedikitnya 20 Orang Tewas 02 Jan 2018 16:45

Article image
Aksi demonstrasi di ibu kota Teheran, Iran, 1 Januari 2018. (Foto: AFP/welt.de)
Rentetan demonstrasi di ibu kota Teheran dan kota-kota besar lainnya di Iran kali ini merupakan aksi pertama dan terbesar sejak unjuk rasa massal menolak hasil pilpres pada 2009 silam.

TEHERAN, IndonesiaSatu.co -- Aksi demonstrasi yang diwarnai kerusuhan massal di beberapa kota di Iran terus memakan korban. Dikutip dari laman Welt.de, Selasa (2/1/2017), dalam aksi protes terhadap pemerintah yang telah berlangsung selama enam hari itu sedikitnya 20 orang dipastikan tewas.

Gelombang kerusuhan di Iran mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil dan juga aparat keamanan. Seorang polisi dikabarkan meregang nyawa diberondong tembakan setelah para demonstran berhasil menguasai sebuah kantor polisi dan merebut senjata aparat di kota Qahdarijan, Senin (1/1/2018).

Sementara itu, kerusuhan di kota Khomeinishar menewaskan seorang pemuda berusia 20 tahun dan seorang remaja laki-laki berusia 11 tahun.

Rentetan demonstrasi di ibu kota Teheran dan kota-kota besar lainnya di Iran kali ini merupakan aksi  pertama dan terbesar sejak unjuk rasa besar-besaran menolak hasil pemilihan presiden pada 2009 silam.

Protes warga Iran dalam demonstrasi kali ini dipicu oleh krisis ekonomi dan kemarahan rakyat atas kebijakan pemerintah berupa kenaikan harga di tengah inflasi dan lambatnya pertumbuhan ekonomi negara itu.

Iran mengalami tingkat pengangguran dan inflasi yang tinggi. Pencabutan sanksi ekonomi yang dihasilkan dari perjanjian program nuklir tidak mampu mendongkrak perekonomian negara itu.

Para demonstran juga mengecam pemerintah Iran yang lebih menaruh perhatian pada persoalan Timur Tengah daripada urusan dalam negeri.

--- Rikard Mosa Dhae