Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Demonstrasi Berdarah di Jalur Gaza, Puluhan Warga Palestina Tewas dan Ribuan Terluka 15 May 2018 14:21

Article image
Situasi demonstrasi warga Palestina di Jalur Gaza kemarin. (Foto: AFP via spiegel.de)
Pemerintah Palestina telah mengumumkan hari berkabung nasional untuk menghormati korban kekerasan Israel.

GAZA CITY, IndonesiaSatu.co -- Pasukan Israel menewaskan sedikitnya 59 warga Palestina, termasuk tujuh remaja, dalam unjuk rasa  menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem, Senin (14/5/2018), waktu setempat.

Seperti dilansir Spiegel Online, Selasa (15/5/2018), selain korban tewas, lebih dari 2.500 pengunjuk rasa dalam demonstrasi tersebut dilaporkan luka-luka akibat tembakan tentara Israel.

Informasi yang beredar menyebutkan, sekitar 35.000 warga Palestina berkumpul di dekat pagar perbatasan Gaza-Israel. Bentrokan antara demonstran dengan tentara Israel terjadi pula di Betlehem.

Khalil Al-Hayya, salah satu pemimpin senior Hamas, mengatakan, rakyat Palestina siap menentang kebijakan memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem dan menyebutnya sebagai kejahatan.

"Rakyat Palestina hari ini keluar untuk melawan agresi baru Zionis-Amerika dan untuk menggambar kembali peta negaranya dengan darah,” ujar Al-Hayya seperti dikutip dari Spiegel Online, Selasa (15/5/2018).

Pemerintah Palestina dan Turki mengecam keras tindakan militer Israel dan menyebut penggunaan senjata dengan peluru tajam terhadap demonstran merupakan aksi “pembantaian”. Mereka mendesak komunitas internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk terlibat demi mencegah bertambahnya korban jiwa.

Pemerintah Palestina telah mengumumkan hari berkabung nasional untuk menghormati korban kekerasan Israel.

Sementara itu, beberapa negara Eropa telah menyuarakan keprihatinan atas situasi di Jalur Gaza. Inggris dan Prancis mendesak Israel untuk menahan diri dan menghentikan kekerasan.

Namun, kubu AS dan Israel menganggap Kelompok Hamas yang berkuasa di Gaza sebagai pihak yang harus bertanggungjawab atas demonstrasi berdarah yang merenggut banyak korban jiwa.

--- Rikard Mosa Dhae