Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Dennis Rodman Histeris Sambut Pertemuan Trump – Kim 12 Jun 2018 12:33

Article image
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tampak berbincang santai dengan bintang NBA Dennis Rodman di Pyongyang beberapa waktu lalu. (Foto: Telegraph)
Dennis Rodman mendahului Trump dan Kim ke Singapura. Kehadiran Rodman yang selama ini dikenal sebagai sahabat dekat Kim tentu menarik perhatian media, tak kecuali Chris Cuomo dari CNN.

SINGAPURA, IndonesiaSatu.co -- Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura jadi sorotan dunia. Warga dunia menyambut gembira pertemuan dua kepala negara yang selama ini selalu terlibat perang urat saraf.

Dan orang yang paling bergembira dengan pertemuan bersejarah tersebut adalah bintang NBA Dennis Rodman. Rodman kepada CNN tampak emosional dan berbicara berapi-api ketika dimintai tanggapannya sehubungan pertemuan bersejarah antara Trump dan Kim yang membahas perihal senjata nuklir.

Dennis Rodman mendahului Trump dan Kim ke Singapura.  Kehadiran Rodman yang selama ini dikenal sebagai sahabat dekat Kim tentu menarik perhatian media, tak kecuali Chris Cuomo dari CNN.

“Hari yang luar biasa. Saya disini untuk menyaksikannya. Saya begitu bahagia,” kata Rodman dengan suara tinggi dan berapi-api seperti dikutip USA Today (11/6/2018).

“Saya katakan kepada setiap orang, pintu akan terbuka,” kata Rodman, yang tampak tak membendung emosinya.

“It’s amazing, it’s amazing, it’s amazing, ketika saya katakan itu, ketika saya kembali ke rumah, saya mendapat begitu banyak ancaman pembunuhan, dan saya percaya di Korea Utara, dan saya tidak akan kembali ke rumah, saya bahkan tidak bisa pulang, saya harus bersembunyi selama 30 hari, tapi saya tetap tegak kepala, dan saya tahu akan terjadi perubahan. Saya tahu itu. Saya adalah satu-satunya,” kata Rodman mengenang kisah kunjungannya ke ibu kota Korea Utara, Pyongyang.

Mengenakan kaos oblong berwarna hitam, Rodman berbicara dengan nada kian tinggi ketika dia bersaksi tentang sahabatnya Kim.

“Orang ini (Kim) ingin keliling dunia. Dia ingin pergi ke Amerika. Dia ingin menikmati hidupnya. Dia ingin rakyatnya menikmati hidup mereka,” kata Rodman.

Rodman, sebagaimana dikatakan Trump pekan lalu, tidak ikut diundang untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi tersebut, telah beberapa kali berkunjung ke Korea Utara untuk bertemu Kim. Keduanya sering berbicara tentang olahraga kesukaan mereka, basket.

--- Simon Leya

Komentar