Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

TRADISI Denpasar Tuan Rumah Pertemuan Jaringan Kota Warisan Budaya Dunia 08 Aug 2016 17:34

Article image
UNESCO akui Tari Legong Keraton Denpasar sebagai Warisan Budaya Dunia. (Foto: Ist)
Ada 41 peserta dari kota warisan budaya dunia yang datangi dari 9 negara untuk menghadiri pertemuan tersebut.

DENPASAR, IndonesiaSatu.co -- Kota Denpasar ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Strategic Meeting Organitation World Heritage City (OWHC) Asia Pasifik. Pertemuan tersebut akan berlangsung selama 4 hari yakni tanggal 7 sampai 10 Agustus 2016.

Walikota Denpasar IB Rai Wijaya Mantra menjelaskan, untuk Indonesia ada dua kota yang diakui oleh UNESCO sebagai kota warisan budaya yakni Denpasar dan Surakarta. Namun kali ini OWHC memilih Kota Denpasar sebagai tuan rumah setelah pertemuan sebelumnya yang terjadi di Thailand. "Ada dua kota di Indonesia yang menjadi kota warisan budaya yakni Denpasar dan Surakarta. Namun Denpasar memang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pertemuan tersebut," ujarnya di Denpasar, Sabtu (6/8).

Ada 41 peserta dari kota warisan budaya dunia yang datangi dari 9 negara untuk menghadiri pertemuan tersebut. Saat ini para peserta sudah berdatangan ke Bali. Menjelang pembukaan Konferensi nanti, beberapa delegasi jaringan kota pusaka dunia telah mulai berdatangan hadir di Kota Denpasar. Pembukaan secara resmi  Stratgeic Meeting OWHC berlangsung di Grand Bali Beach Sanur pada 8 Agustus dihadiri langsung 41 Walikota jaringan kota pusaka se Asia Pasifik.

Sementara pada Sabtu (6/8) Wakil Walikota Gyeongju Korea Lee Sang-Wook bersama Direktur Jenderal International Information and Networking Centre for Intangible Cultural Heritage in the Asia-Pacific Region under the auspices of UNESCO (ICHCAP) Huh Kwon, dan Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang berkunjung ke Kantor Walikota dan diterima Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra.

Dalam pertemuan tersebut Dirjen ICHCAP Huh Kwon, Wakil Walikota Gyeongju Korea Sang-Wook, Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang dan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra sepakat untuk melakukan kerjasama membentuk jaringan pemuda pelestarian pusaka daerah. Hal ini tak terlepas melihat isu-isu yang berkembang saat ini dalam kemajuan teknologi informasi dengan peran pemuda memiliki langkah strategis dalam pelestarian tersebut.

Wakil Walikota Gyeongju Korea Sang-Wook  didampingi Sekretariat Regional OWHC Asian-Pasiffic, Ja-Hyun Jang mengatakan terpilihnya Denpasar tak terlepas dari pertemuan OWHC di Thailand. "Kami berharap OWHC Asia Pasifik nantinya dapat berbagi pengalaman dan memberikan rekomendasi di bidang pendidikan, tatacara perencanaan kota serta tidak saja menggali permasalahan kota pusaka di Asia Pasifik, namun menunjukan kepada dunia tentang pelestarian budaya," katanya.

Direktur Jenderal ICHCAP Huh Kwon mengatakan seluruh pemerintah daerah memilki kewajiban dalam pelestarian budaya dengan mensinergikan lewat penguatan generasi muda dalam pelestarian budaya.

"Stratgeic meeting menjadi penguatan pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman kepada komunitas yakni terkait konservasi heritage mengharmonisasikan budaya ragawi dan non ragawai agar dapat harmonis. Kami berharap pertemuan di Kota Denpasar dapat menjalin kerjasama dan isu penguatan generasi muda dapat melakukan konservasi heritage dari segala jenjang mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi," katanya.

Sementara Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, jaringan kepemudaan dalam pelestarian kota pusaka menjadi pembahasan global dengan kepemudaan yang dapat memberikan perubahan serta mampu menjawab tantangan perkembangan dunia kedepan. Kota Denpasar telah membentuk Pemuda Pelestari Budaya dari lima tahun yang lalu. Kelompok komunitas pemuda ini melakukan pembahasan perkembangan antara pemuda dengan kebudayaan.

"Kita menyadari kebudayaan tidak saja pada seni budaya, namum memperkenalkan budaya sejak usia dini lewat penguatan seperti Rare Bali Festival di Kota Denpasar dalam memberikan ruang pengenalan budaya sejak dini," ujarnya.

--Arnoldus Janssen

Komentar