Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

KESEHATAN Di Forum Internasional Menko PMK Jelaskan Strategi Indonesia Berantas TB 17 Nov 2017 22:01

Article image
Menko PMK Puan Maharani saat berbicara di forum internasional di Moskow. (Foto: Ist)
Komitmen Indonesia untuk mencapai Penghapusan TB dipastikan dengan adanya kebijakan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan keberlanjutan pengendalian TB.

MOSKOW IndonesiaSatu.co -- Indonesia merasa bangga dan berkomitmen penuh untuk mengadopsi semua tujuan untuk mencapai tujuan Eliminasi Tuberkulosis (TB) dan sasaran dalam rangka "Strategi mengakhiri/menghapuskan TB sebagai bagian dari tujuan Pembangunan.

Komitmen Indonesia untuk mencapai Penghapusan TB dipastikan dengan adanya kebijakan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan keberlanjutan pengendalian TB yang meliputi penerapan strategi untuk bisa keluar dari bantuan luar negeri untuk pengendalian TB.

Strategi tersebut antara lain melaksanakan skema Jaminan Kesehatan Nasional dan perlindungan sosial; melakukan pendekatan kesehatan keluarga dan masyarakat; menetapkan strategi gabungan publik-swasta berbasis kabupaten/kota; melaksanakan program penemuan dan kemitraan aktif; dan melibatkan kebijakan inovatif dalam pengendalian TB.

Demikian paparan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, saat menjadi Panelis pada Rapat Pleno Tingkat Tinggi Pertama yang membahas berbagai upaya mengakhiri TB sebagai wabah pembunuh di Congress Hall, WTC Congress Centre , Moskow, Rusia, Kamis (15/11) waktu setempat.

Di forum pertemuan tingkat tinggi antar menteri ini, Menko PMK berbicara selaku wakil dari negara yang diketahui sukses memerangi wabah TB. Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia itu adalah kunci untuk meningkatkan akses dan jangkauan penanganan kasus TB yang sebelumnya tidak terjangkau.

Selain itu, P Indonesia juga menyiapkan kerangka hukum - yang mencakup pernyataan bahwa TB sebagai penyakit yang dapat dikenali - memperkuat dan mendukung dalam mencapai penghapusan penyakit TB di Indonesia.

"Dengan mempertimbangkan peningkatan deteksi kasus TB, Indonesia telah melaksanakan "Pendekatan Keluarga" dalam perawatan TB dengan melakukan kunjungan ke rumah untuk mendeteksi TB yang akan ditangani/diobati dan penanganan masalah kesehatan lainnya di dalam keluarga. Untuk pengendalian faktor risiko kesehatan, Indonesia kini kita menjalankan ‘Gerakan Masyarakat Hidup Sehat’ untuk memotivasi masyarakat agar mempraktikkan gaya hidup sehat," papar Menko Puan.

Bersama dengan Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Menkes India, dan Menkes China, Menko PMK dalam kesempatan itu menegaskan bahwa tantangan bagi kita semua sebagai negara dengan beban penyakit Tuberkulosis yang tinggi untuk segera dapat mengakhiri epidemic TB serta menemukan kasus-kasus TB yang selama ini belum bisa ditemukan agar program pembangunan kesehatan selanjutnya, penyakit ini dapat ditemukan dan diobati.

"Kita juga kita harus memperingatkan mereka dalam rangka mengakhiri penularan dan penyebaran penyakit TB. Untuk tujuan ini, kita harus mengatasi banyak hambatan seperti kesulitan mengakses kasus TB yang tersebar di pedesaan dan perkotaan, keterbatasan sumber daya, hambatan geografis dan masalah sosial ekonomi," imbuh Menko Puan.

Namun, lanjutnya, semua ini dapat diimplementasikan dengan baik ketika semua pihak mempunyai komitmen yang kuat dari semua sektor pemerintah dengan dukungan masyarakat yang kuat dan semua pihak terkait - termasuk sektor swasta.

Sebagai penutup, Menko PMK menyatakan komitmen kuat Indonesia untuk mencapai Eliminasi Tuberculosis pada tahun 2030 sebagai bagian dari agenda Pembangunan Nasional. "TB dapat mempengaruhi kita semua - TB adalah urusan semua orang," tukas Menko Puan.

--- Sandy Romualdus

Komentar