Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Di Hadapan Menteri Pertanian, Marianus Sae: Saya Turut Perjuangkan Nasib Petani NTT 31 Jan 2018 02:08

Article image
Calon Gubernur NTT, Marianus Sae (berdiri) saat mengungkapkan pendapat kepada Menteri Pertanian RI pada kegiatan Sekolah Calon Kepala Daerah yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan (Foto: Oswin)
“Sebagai calon gubernur NTT dan mewakili masyarakat NTT, saya meminta agar Menteri Pertanian dapat memberikan varietas bibit unggul kepada para petani kami sehingga mereka bisa memanfaatkan potensi lahan tidur mereka yang masih sangat luas,” ujar Marian

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (Cagub NTT) yang diusung oleh PDI Perjuangan, Marianus Sae turut hadir mengikuti kegiatan Sekolah Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan bertempat di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Selasa (30/01/18).

Sesuai rilis yang diterima media ini, kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang juga membawakan materi bertajuk “Terobosan Kebijakan Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”

Sebagai salah satu peserta dalam kegiatan tersebut, selain diberikan kesempatan untuk mengemukakan pertanyaan, Marianus Sae mengungkapkan bahwa dirinya turut memperjuangakan nasib petani NTT pada umumnya dan masyarakat kabupaten Ngada pada khususnya selama dua periode kepemimpinannya sebelum maju sebagai calon Gubernur NTT pada Pilkad 2018.

“Sebagai pemimpin di daerah, saya turut memperjuangkan nasib para petani meski ada banyak hambatan yang ditemui baik karena faktor temperatur tanah, SDM masyarakat maupun potensi lahan tidur yang belum dioptimalkan oleh para petani. Bicara nasib para petani, sebagai pemimpin di daerah, saya turut memperjuangkan itu,” ungkap Marianus.

Meski demikian, Ia mengharapkan perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian agar mengimplementasikan program pertanian tingkat nasional secara khusus bagi para petani di NTT dengan menyediakan bibit-bibit unggul sehingga para petani di NTT dapat memaksimalkan potensi lahan tidur yang selama ini belum dimanfaatkan dengan baik.

“Sebagai calon gubernur NTT dan mewakili masyarakat NTT, saya meminta agar Menteri Pertanian dapat memberikan varietas bibit unggul  kepada para petani kami sehingga mereka bisa memanfaatkan potensi lahan tidur mereka yang masih sangat luas,” ujar calon Gubernur yang berpasangan dengan salah satu tokoh perempuan NTT, Emilia Nomleni ini.

Menurutnya, pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif sangat penting guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan taraf hidup para petani. Ia juga mendiring agar Kementerian Pertanian dapat mensupport hasil pertanian dan komoditi unggulan masyarakat NTT sehingga dapat berdaya saing dan memiliki nilai ekspor ke luar negeri.

“Pada umumnya, para petani di NTT sangat antusias dan giat jika didukung oleh pemerintah melalui pengadaan varietas unggulan yang memiliki nilai jual ekonomis juga untuk kepentingan ekspor. Diharapkan, berbagai hasil komoditi unggulan masyarakat NTT seperti kopi, kakao, cengkeh dan jagung, memiliki nilai jual untuk diekspor ke luar negeri,” lanjutnya.

Marianus yang dikenal dekat dengan masyarakat kecil ini turut mempertanyakan kebijakan pembatasan kuota ternak di masyarakat oleh Kementerian Pertanian. Ia menilai, seharusnya tidak boleh ada kebijakan pembatasan kuota ternak tetapi diberi kebebasan kepada masyarakat.

"Mengapa sampai ada pembatasan kuota ternak? Seharusnya masyarakat diberi kebebasan tinggal pihak kementerian melakukan pengawasan kepada masyarakat," timpalnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Amran Sulaiman mengatakan bahwa apa yang diungkapan perlu dilaporkan sehingga pihak kementerian dapat menyesuaikan dengan kebijakan dan program pertanian guna mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Terkait distribusi pangan atau ternak, Menteri Amran menegaskan bahwa hal itu tidak diambil dalam skala lintas provinsi.

--- Guche Montero

Komentar