Breaking News

POLITIK Di Hadapan Ribuan TKI Hongkong, Khofifah Deklarasikan Dukungan Kepada Jokowi-Ma'ruf 26 Nov 2018 12:36

Article image
Para TKI berebut salaman dengan Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa di sela-sela deklarasi dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf di lapangan Victoria Park, Hong Kong, Minggu (25/11/2018). (Foto: ANTARA)
Dalam deklarasi yang digelar bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di lapangan Victoria Park itu, Khofifah ingin menjawab keraguan para pendukungnya selama ini.

HONGKONG, IndonesiaSatu.co -- Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, bersama ribuan tenaga kerja Indonesia di Hong Kong, Minggu, (25/11/2018).

Dalam deklarasi yang digelar bersama Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di lapangan Victoria Park itu, Khofifah ingin menjawab keraguan para pendukungnya selama ini.

"Deklarasi ini akan menjadi verifikasi bagi yang masih menanyakan ke mana arah dukungan Khofifah sehingga mereka bisa menyampaikan kepada keluarganya bahwa Khofifah bersama Jokowi. Saya dan JKSN akan terus berjuang menggalang dukungan untuk Jokowi-Kiai Ma'ruf," kata Khofifah seperti dilaporkan ANTARA.

Menurut ketua umum PP Muslimat NU itu, deklarasi yang digelar di taman yang menjadi tempat berkumpulnya para TKI saat libur akhir pekan tersebut sudah ditunggu-tunggu oleh warga negara Indonesia di Hong Kong dan Makau.

"Bahkan mereka yang ngotot minta JKSN segera deklarasi di Hong Kong adalah para WNI. Mereka juga minta agar ada forum-forum khusus," ujar perempuan pertama yang bakal menjabat Gubernur Jatim mulai 2019 itu.

Ketua JKSN M Roziqi mengaku terkesan dengan semangat dan antusiasme WNI yang bekerja di Hong Kong dan Makau dalam mendukung pasangan capres-cawapres yang diusung PDI PERJUANGAN, Partai Golkar, PKB, PPP, Hanura, Nasdem, PKPI, PSI, dan Perindo itu.

"Meskipun hujan, mereka tetap antusias. Kami melihat ada keikhlasan dan ketulusan untuk mendukung, membantu, dan memenangkan Pak Jokowi," ujarnya.

Menurut dia, dukungan para buruh migran itu berdasarkan penilaian objektif karena mereka merasakan kemudahan dalam bekerja di Hong Kong dengan adanya kebijakan pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang menghapus Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri dan pajak bandara.

Dengan membentuk JKSN di Hong Kong dan Makau, Roziqi yakin pada Pemilu Presiden 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf bisa meraih suara hingga 80 persen dari kalangan buruh migran asal Indonesia yang bekerja di dua wilayah administrasi khusus (Hong Kong SAR) di bawah pemerintahan China itu.

"Kami menargetkan kemenangan 80 persen karena pada Pilpres 2014, Pak Jokowi menang 74 persen di Hong Kong-Makau," ujarnya.

Ia menilai Hong Kong dan Makau sangat  strategis dalam mendulang suara untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf karena di kedua SAR itu terdapat sekitar 300.000 WNI yang mayoritas bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

"Mereka ini mayoritas anggota Muslimat NU yang kebetulan ketua umumnya (Khofifah) juga menjabat Ketua Dewan Pengarah JKSN sekaligus Gubernur Jatim terpilih," kata Roziqi.
 
KH Asep Syaifuddin Chalim dari Surabaya dalam kesempatan itu mengajak para pekerja migran asal Indonesia memilih pasangan calon yang rajin melaksanakan shalat wajib lima waktu.

"Beliau salatnya selalu di awal waktu dan cara salatnya baik. Semoga yang belum memilih Pak Jokowi mendapatkan hidayah untuk memilih Pak Jokowi bersama Kiai Ma'ruf," ujarnya.

Jokowi-Ma'ruf bakal bersaing dengan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN itu dalam meraih simpati rakyat Indonesia di mana pun berada.

--- Simon Leya

Komentar