Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

REGIONAL Di NTT, Presiden Serahkan 108.523 Sertifikat 10 Jan 2018 19:13

Article image
Presiden RI Joko Widodo berdialog dengan warga Rote. (Foto: Ist)
Presiden mengaku sengaja konsentrasi mengurus sertifikat supaya bisa diberikan kepada rakyat sebanyak-banyaknya, karena setiap dirinya ke daerah selalu yang masuk ke telinga saya adalah sengketa tanah, sengketa lahan.

ROTE, IndonesiaSatu.co -- Presiden Jokowi menyerahkan 108.523 sertifikat bidang tanah kepada warga di Provinsi NTT.

Acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di Halaman Kantor Bupati Rote Ndao, Ba’a, Rote, NTT, Selasa (9/1/2017) pagi.

Presiden mengaku sengaja konsentrasi mengurus sertifikat supaya bisa diberikan kepada rakyat sebanyak-banyaknya, karena setiap dirinya ke daerah selalu yang masuk ke telinga saya adalah sengketa tanah,  sengketa lahan.

“Di mana-mana, hampir di semua provinsi, semua provinsi. Antara adik dengan kakak, ada yang antara anak dengan bapaknya, ada yang tetangga dengan tetangganya, ada yang masyarakat dengan pemerintah, ada yang masyarakat dengan perusahaan, sengketa seperti itu banyak,” ungkap Presiden.

Presiden bisa memahami hal itu, karena dari 126 juta sertifikat yang harus dipegang masyarakat, baru 46 juta, yang jadi. Jadi masih 80 juta sertifikat yang belum bisa diberikan kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, Presiden memerintahkan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN, agar pada  di 2017 setidaknya ada 5 juta sertifikat yang harus diberikan kepada masyarakat di seluruh tanah air.

“Tahun ini saya targetkan 7 juta sertifikat harus keluar dari BPN, tahun depan 9 juta sertifikat harus keluar,” ujar Presiden.

Bagi yang sudah pegang sertifikat dan mau dipakai untuk jaminan ke bank, menurut Presiden, tidak apa-apa. Namun Presiden mengingatkan agar kalau meminjam harus dihitung bisa mencicil setiap bulan enggak, mengangsur setiap bulan enggak bunganya, pokoknya.

“Kalau tidak bisa jangan, nanti ini bisa dimiliki oleh bank, disita oleh bank. Ini harus diingat. Kalau sudah pinjam ke bank, misalnya dapat Rp30 juta, jangan sampai yang Rp15 juta untuk membeli sepeda motor. Gunakan semuanya untuk modal kerja, modal investasi,” tutur Presiden Jokowi.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

--- Redem Kono

Komentar