Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

HUKUM Di Persidangan e-KTP, Politisi PPP Akui Diperingatkan Ganjar untuk Tolak Suap 13 Feb 2018 11:20

Article image
Politisi PDIP dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Ist)
Nu’man Abdul Hakim mengakui bahwa Ganjar Pranowo sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PDI Perjuangan saat itu pernah mengingatkannya untuk tidak menerima apapun terkait e-KTP, termasuk uang.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coMantan anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nu’man Abdul Hakim mengakui bahwa Ganjar Pranowo sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PDI Perjuangan saat itu pernah mengingatkannya untuk tidak menerima apapun terkait e-KTP, termasuk uang.

Nu’man menceritakan bahwa pertemuan tersebut tak berlangsung lama dan sempat membicarakan soal proyek pengadaan e-KTP.

"Kemudian Pak Ganjar pernah sampaikan, kalau ada yang nawarin apa pun dari e-KTP ini, Pak Nu'man jangan mau terima. Saya bilang, 'Oh iya, sudah cukup saya diperiksa.' Itu disampaikan sambil jalan saja," ujar Nu’man di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018).

Nu’man bersaksi dalam kasus dugaan proyek pengadaan e-KTP dengan terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov). Menurut Nu'man, Ganjar menyampaikan pesan itu lantaran politikus PPP itu pernah diperiksa KPK terkait suatu kasus.

"Dia (Ganjar) juga punya pengalaman pernah diperiksa saksi kasus. Lalu saya diperiksa oleh KPK ketika menjabat wakil gubernur (Jawa Barat 2003-2008). Dua pengalaman ini disampaikan, jangan sampai terlibat lagi dan jangan sampai kita diperiksa lagi," ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Nu’man juga menceritakan soal Ganjar Pranowo yang sempat ditekan oleh keluarga agar tak pernah terlibat dalam sebuah kasus korupsi.

"Pak Ganjar pernah ditekan keluarganya, kalau kamu jadi politisi, jangan sampai diperiksa lagi," terang dia.

Seperti diketahui, KPK menyatakan belum menemukan bukti terkait dugaan keterlibatan Ganjar dalam kasus koropsi e-KTP. Dengan kata lain, sejumlah keterangan saksi seperti Setya Novanto dan M. Nazaruddin bahwa Ganjar menerima uang, adalah tudingan yang tanpa bukti.

“Info mengenai itu (tudingan terhadap Ganjar) berkali-kali sudah disampaikan ya. Jadi ada yang sampaikan kemudian tetapi sampai hari ini KPK belum menemukan alat bukti yang cukup menyakinkan mengenai itu,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo, di Gedung KPK, Jumat (9/1/2018).

--- Redem Kono

Komentar