Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

SASTRA Di Ponpes Jember, Para Santri Hadiahkan Jokowi Puisi Mengharukan 13 Aug 2017 10:58

Article image
Presiden Jokowi berbicara dengan penghuni Ponpes Jember. (Foto: Ist)
Pimpinan Ponpes Nurul Islam KH Muhyiddin mengaku puisi yang dibacakan tersebut merupakan hadiah dari para santri untuk Jokowi.

JEMBER, IndonesiaSatu.co -- Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Nurul Islam, Jember, Jawa Timur, Presiden Jokowi mendapatkan hadiah yang menarik berupa puisi. Puisi itu dibacakan oleh Nanda Dalila, santri puteri Ponpes Nurul Islam di Masjid Baitul An-nur, Pondok Pesantren Nurul Islam, Jl Pangandaran, Antirogo, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/8/2018).

Sebelum membacakan puisi tersebut, Pimpinan Ponpes Nurul Islam KH Muhyiddin mengaku puisi yang dibacakan tersebut merupakan hadiah dari para santri untuk Jokowi.

Adapun ini bunyi puisi Nanda Dalila untuk Jokowi:

Secercah harapan dan doa untuk sang teladan Presiden Ir Joko Widodo

Kepada putera harapan bangsa, sang matahari penerang dunia. Engkaulah panutan kami yang selalu berjuang tak kenal lelah.


Tahukah engkau tentang rindu kami yang mengguncang? Ketika wajah karismatik muncul pertama di layar kaca, dengan membawa misi besar mobil Esemka, hingga kau menjadi orang nomor satu di Indonesia. Rasa rindu ini hanya mampu terobati dengan memandang layar kaca.

Setelah sekian waktu, sejuta hasrat ingin jumpa. Inilah akhirnya kini karismatikmu telah ada di depan mata.

Kami sadar kami tak akan mampu mengungkapkan seluruh kemuliaanmu. Namun izinkan kami sampaikan kekaguman kepadamu.

Kami ingin menghirup udara yang kau hirup, melangkah di tempatmu melangkah, berteduh di tempatmu berteduh dan terlelap dalam bimbingan dan arahannya.

Wahai pejuang bangsa, engkau bagaikan di lautan yang tak tergoyahkan, tetap berdiri di tengah terjangan badai ombak yang senantiasa merangkul rakyat yang tak berdaya. Engkaulah sosok pejuang keras mewujudkan masa depan bangsa yang cerah.

Wahai bapak bangsa pembawa perubahan. Kau lahir dari rakyat biasa yang cukup merasakan derita. Hingga kami yakin kau hadir membawa perubahan bagi Indonesia tercinta, bawa perubahan menuju Indonesia jaya.

Wahai sang Presiden kami yang tercinta. Kami tahu engkau tak ingin menjadi awan di langit. Engkau justru turun ke lembah yang paling rendah, menyalami rumput-rumput yang tergusur dari kehidupan yang indah.

Engkau telah membawa kami untuk percaya diri dan berdiri di atas kaki sendiri. Engkau telah menunjukkan kepada kami bahwa cinta tidak pernah meminta, tapi senantiasa memberi.

Ya Tuhan yang maha pengasih, anugerahkan lah pemimpin kami dengan kesehatan, anugerahkan lah pemimpin kami panjang umur dan kemampuan menyiapkan penerus yang cemerlang untuk melanjutkan perjuangan menuju Indonesia makmur, sejahtera sepanjang zaman.

Amin.

Sambil duduk bersila, Jokowi mendengar serius puisi yang dibacakan Dalila.

Jokowi tampak serius mendengar puisi yang dibacakan Dalila. Usai membacakan puisi, Dalila menyalami dan mencium tangan Jokowi sambil menyerahkan naskah puisi yang dia baca.

Presiden lalu mengapresiasi puisi Delila dengan menghadiahkan sepeda untuk Dalila.

"Untuk Dalila saya beri hadiah sepeda," kata Jokowi disambut tepuk tangan meriah para santri. 

--- Redem Kono

Komentar