Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

NASIONAL Di Pontianak, Jokowi Resmikan 16 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga ke Seluruh Nusantara 29 Dec 2017 13:24

Article image
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist)
Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, saat pertama kali BBM Satu Harga diumumkan, banyak yang meragukan dan tidak yakin bahwa program ini bisa berjalan. Karena memang terlalu sulit dan juga terlalu mahal biayanya.

PONTIANAK, IndonesiaSatu.co -- Presiden Joko Widodo meresmikan 16 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di Papua, Maluku Utara, Sulawesi, Kalimantan Jawa Timur dan Kepulauan Riau. Peresmian bertempat di Terminal BBM Pertamina Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (29/12/2017).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, saat pertama kali BBM Satu Harga diumumkan, banyak yang meragukan dan tidak yakin bahwa program ini bisa berjalan. Karena memang terlalu sulit dan juga terlalu mahal biayanya.

Untuk meyakinkan program ini bisa berjalan, lanjut Jokowi, ia memerintahkan Menteri ESDM untuk menghitung berapa sebetulnya biaya tambahan yang harus dikeluarkan.

"Tadi sudah disampaikan Menteri ESDM, hampir Rp 8 00 miliar. Kalau dulu (era SBY) subsidi BBM senilai lebih Rp300 triliun saja diberikan, ini masa hanya tidak sampai Rp 1 triliun tidak kita berikan. Itulah kenapa saya putuskan BBM Satu Harga itu harus (dijalankan)," ungkap Jokowi.

Jokowi mengatakan, ia tidak hanya mencontohkan permasalahan harga BBM di Papua, tapi juga permasalahan di Kalimantan. Di Jawa, harga premium hanya Rp 6.450 per liter. Namun di daerah pedalaman dan perbatasan seperti Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat harganya bisa mencapai Rp40 ribu per liter.

"Kalau tidak percaya, silakan datang ke Kecamatan Puring Kencana. Harganya memang Rp 40 ribu. Bahkan, makin ke Timur, misalnya beberapa tempat di Papua bisa mencapai Rp 100 ribu per liter," bebernya.

Jika ini tidak cepat dibenahi, lanjut Jokowi, maka akan berdampak kepada harga bahan-bahan pokok yang dibutuhkan rakyat semakin mahal di daerah-daerah tersebut. Karena biaya distribusinya mahal dan biaya logistiknya tinggi.

"Ini lah yang sering saya sampaikan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu belum kita perhatikan. Oleh sebab itu, setelah program BBM Satu Harga berjalan di sejumlah daerah. Yang dulunya banyak yang meragukan, sudah bisa kita lihat hasilnya di lapangan," ujarnya.

Meski masih ada satu dua yang belum baik, maka harus segera diperbaiki. Sejauh ini, kata Jokowi, Pertamina sudah serius untuk berbenah dalam pemerataan penyaluran BBM di sejumlah wilayah. Meski medan yang dilewati begitu besar tantangannya.

"Tantangan yang dihadapi, seperti infrastruktur jalan sangat sangat sangat berat. Tetapi ini dikerjakan baik oleh Pertamina. Dan harus dilakukan," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar