Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

INTERNASIONAL Di Yangon, Menlu Retno Marsudi akan Bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar 04 Sep 2017 10:32

Article image
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto: Ist)
Setelah bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Menlu Retno akan bertemu dengan State Counsellor, Daw Aung San Suu Kyi. Kepala peraih Nobel Perdamaian itu, Menlu Retno akan menyampaikan perlindungan ke warga Rakhine State.

YANGON, IndonesiaSatu.co -- Setelah tiba di Yangon-Myanmar, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi hari ini akan melakukan sejumlah pertemuan sehari penuh dengan pejabat pemerintah Myanmar.

Dari Yangon, Menlu Retno bertolak ke Naypyidaw untuk bertemu dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing.

“Saya akan menekankan isu keamanan dan stabilitas di Rakhine State," kata Retno di Yangon, Senin (4/9/2017).

Setelah bertemu Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Menlu Retno akan bertemu dengan State Counsellor, Daw Aung San Suu Kyi. Kepala peraih Nobel Perdamaian itu, Menlu Retno akan menyampaikan perlindungan ke warga Rakhine State.

“Di situ saya akan sampaikan proposal dan seruan pentingnya melakukan poteksi kepada semua warga di Rakhine State,” lanjut Retno.

Selanjutnya, Menlu RI melanjutkan pertemuan dengan National Security Advisor, Menteri Luar Negeri Myanmar dan Menteri di Kantor Presiden Myanmar.

"Di mana saya bahas lebih detil proposal yang disampaikan Indonesia, termasuk bagaimana Indonesia akan berikan bantuan kemanusiaan kepada Rakhine State," ujar Retno.

Kedatangan Menlu RI ke Myanmar merupakan instruksi Presiden Joko Widodo terkait krisis kemanusiaan atas etnis Rohingya. Sebelumnya, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa RI sudah mengirimkan bantuan  makanan dan obat-obatan untuk Rohingya sejak Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer.

Pemerintah juga telah membangun sekolah dan membantu pendidikan di Rakhine State. Bahkan, dalam waktu dekat ini, RI segera membangun rumah sakit bagi masyarakat Rohingya.

"Pemerintah berkomitmen terus membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan masyarakat internasional," kata Presiden Jokowi dalam keterangan persnya.

--- Redem Kono

Komentar