Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Diancam Pendukung Prabowo, Politikus Hanura Lapor ke Bareskrim 27 Sep 2018 12:44

Article image
Politikus partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. (Foto: Ist)
Inas mengakui mendapatkan ancaman teror via WhatsApp sebanyak 22 kali. Tak hanya itu, berulang kali Inas mematikan telepon yang masuk ke WhatsApp miliknya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Inas Nasrullah Zubir, politikus partai Hanura mengaku mendapat ancaman via WhatsApp yang dilakukan oleh kelompok Garda 08. Sebagaimana diketahui, Garda 08 merupakan pendukung Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Ancaman tersebut dikirim melalui WhatsApp yang dilakukan oleh salah satu pendukung Capres Prabowo Subianto. Ia menyebut asal organisasi si peneror adalah Garda 08.

Inas mengakui mendapatkan ancaman teror via WhatsApp sebanyak 22 kali. Tak hanya itu, berulang kali Inas mematikan telepon yang masuk ke WhatsApp miliknya.

Inas mengatakan, dirinya merasa perlu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Hal tersebut untuk mengungkap siapa dalang di balik teror tersebut.

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku tak tahu menahu perihal ancaman tersebut. Meskipun begitu, Andre tak mempermasalahkan langkah Inas yang melaporkan kejadian itu serta teror melalui WhatsApp ke pihak berwajib.

"Ya proses hukum saja kalau memang ada yang salah dari kami silahkan diproses hukum," ujar Andre.

Dalam kesempatan yang sama Andre pun tidak menjelaskan terkait klarifikasi dari pihak Gerindra. Dirinya menegaskan kepada Inas untuk memproses kasus itu.

"Nggak usah banyak teori, laporkan polisi biar diproses," katanya.

--- Redem Kono

Komentar