Breaking News

EKONOMI Diangkat Jadi Dirut Bulog, Buwas Janji Berantas Mafia Beras 28 Apr 2018 13:27

Article image
Direktur Utama Bulog Budi Waseso. (Foto: Ist)
Dengan jabatan baru itu, Buwas mengaku akan bekerja keras dalam memastikan pasokan beras, terlebih menjelang Lebaran yang tinggal dua bulan lagi.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mencopot Djarot Kusumayakti dari posisi Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog. Selanjutnya, Rini mengangkat Budi Waseso menjadi Dirut Bulog.

Budi Waseso adalah mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Selain itu, pria yang beken disapa Buwas ini juga mantan Kabareskrim Polri.

Proses penggantian tersebut berlangsung di Kementerian BUMN Jumat (27/4/2018). Djarot Kusumayakti pun juga hadir.

Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-115/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaam Umum (Perum) Bulog.

Dengan jabatan baru itu, Buwas mengaku akan bekerja keras dalam memastikan pasokan beras, terlebih menjelang Lebaran yang tinggal dua bulan lagi. Bahkan, ia memberikan peringatan kepada siapa saja yang mencoba mempermainkan pasokan beras ini akan ditindak.

"Saya kan berangkat dari latar belakang penegak hukum, jadi kalau ada yang main-main akan ditertibkan, harus," tegasnya. 

Pada saat yang sama, Kementerian BUMN juga menetapkan Teten Masduki sebagai Ketua Dewan Pengawas BULOG menggantikan Sudar Sastro Atmojo. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-116/MBU/04/2018.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro mengatakan, perombakan direksi di Perum Bulog merupakan salah satu bentuk penyegaran manajemen perusahaan untuk memperkuat perannya sebagai stabilisator harga pangan serta bahan pokok lainnya di luar beras dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

"Ini sebuah bentuk penyegaran dalam manajemen perusahaan. Pemerintah terus mendorong agar Perum Bulog Sebagai perusahaan yang mengemban tugas dari pemerintah dapat menjalankan perannya untuk menjaga Harga Dasar Pembelian gabah petani, stabilisasi harga khususnya harga pokok, penyaluran program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra), pengelolaan stok pangan serta bahan pangan lainnya di luar beras," ungkap Kuncoro.  

--- Redem Kono

Komentar