Breaking News

HUKUM Diduga Peras Tersangka Korupsi, Enam Polisi Diperiksa Propam Polda NTT 18 Jun 2020 13:31

Article image
Ilustrasi Pemerasan. (Foto: Ist)
"Untuk sanksi, jika berkas pemeriksaan sudah lengkap dan kemungkinan paling berat akan dipecat, karena sudah melanggar profesi kita sebagai anggota Polri," tegas Johannes.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Pihak Propam Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini menyelidiki dan memeriksa keterlibatan enam orang penyidik Direktorat Reskrim Khusus Polda NTT yang diduga memeras Baharuddin Tony, tersangka kasus korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka.

"Ada dugaan pemerasaan oleh penyidik terhadap tersangka kasus benih bawang ini. Paminal Polda yang telah membuat laporan polisi," ungkap Kabid Humas Polda NTT, Kombes Johannes Bangun, kepada sejumlah wartawan, di Mapolda NTT, Rabu (17/6/20) seperti dilansir Kompas.com.

Johannes menerangkan bahwa Propam telah menyelidiki dan memeriksa enam orang penyidik Polda NTT setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan penyidik menerima sejumlah uang dari tersangka pelaku tindak pidana korupsi.

"Setelah menerima informasi dugaan pemerasan itu, Paminal Polda NTT kemudian membuat laporan polisi pada 5 Mei 2020 lalu," terang Johannes.

Dari penyelidikan Propam, lanjut dia, sudah ada enam orang saksi dan telah ditetapkan satu orang anggota penyidik menjadi terperiksa, karena diduga menerima sejumlah uang dari tersangka pelaku tindak pidana korupsi.

Johannes berharap, jika ada bukti pendukung berupa video dan sebagainya oleh korban pemerasan, bisa disampaikan ke pihak Polda NTT.

"Pasalnya, Kapolda NTT telah berkomitmen bahwa penyidik tidak boleh melakukan pemerasan kepada para saksi maupun tersangka kasus apapun. Jika terbukti melakukan pemerasan, pimpinan akan menindak tegas anggota polisi tersebut," ujarnya.

"Untuk sanksi, jika berkas pemeriksaan sudah lengkap dan kemungkinan paling berat akan dipecat, karena sudah melanggar profesi kita sebagai anggota Polri," tegas Johannes.

Secara terpisah, Joao Meco selaku Kuasa Hukum Baharuddin Tony, mengatakan bahwa kliennya diperas oleh penyidik polisi dengan angka mencapai Rp. 700 juta.

"Ada transfer ke nomor rekening dan nama orang yang menerima itu serta Bank-nya jelas. Penyerahan uang kepada para polisi itu ada saksi, ada rekaman plat mobil yang mereka pakai dan lokasinya. Saksinya dua orang," ungkap Joao.

Joao merinci, transfer melalui rekening ke anggota polisi itu sebanyak dua kali dan dua kali penyerahan langsung kepada orang yang berbeda di momen yang berbeda.

"Sehingga total keseluruhan klien kami memberikan uang sebanyak Rp 700 juta lebih," kata Joao.

Joao berharap, pimpinan Polisi bisa menindak tegas oknum anggota polisi yang telah memeras kliennya.

Untuk diketahui, tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap dan menahan sembilan orang pelaku yang terlibat kasus dugaan korupsi benih bawang merah dengan anggaran Rp. 9,6 miliar.

Pengadaan benih bawang merah itu di Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, NTT, pada tahun anggaran 2018.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTT, Kombes Pol Herry Tri Maryadi, mengatakan bahwa sembilan orang yang ditangkap itu yakni YN, EPMM, SDS, YKB, AKA, KAK, MB dan SB serta BT.

--- Guche Montero

Komentar