Breaking News

HUKUM Diduga Terlibat Korupsi Bansos, KPK Diminta Periksa Herman Hery 10 Jan 2021 14:26

Article image
Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery.
"Dan sudah jadi rahasia umum di kalangan politisi dan pejabat, bahwa gaya berpolitik Herman Hery seperti mafia," tandas Satyo.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memeriksa Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery dalam kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) yang menjerat mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara.

Satyo mengungkapkan, dari hasil bocoran Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Juliari Batubara dan Matheus Joko Santoso (MJS) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Bansos oleh KPK, politisi PDI Perjuangan itu patut diduga ikut bermain dalam proyek Bansos dengan mendirikan beberapa perusahaan baru sebagai vendor penyedia Bansos.

"Dari 100 perusahaan yang menjadi vendor Bansos, banyak perusahaan yang baru didirikan satu hingga dua bulan dan perusahaan tersebut dimiliki oleh pejabat-pejabat, tidak menutup kemungkinan Herman Hery sebagai politisi PDI Perjuangan ikut di sana," kata Satyo, Jumat (8/1/2021). 

Mantan Sekjen jaringan aktivis Prodem ini tak menampik, karena telah diketahui oleh politisi maupun pejabat bahwa gaya berpolitik Herman Hery yang terksan seperti mafia.

"Dan sudah jadi rahasia umum di kalangan politisi dan pejabat, bahwa gaya berpolitik Herman Hery seperti mafia," tandas Satyo.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 5 orang tersangka. Tiga orang sebagai pihak penerima suap, yaitu eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (JPB), Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) selaku PPK di Kemensos.

Sementara dua tersangka pihak pemberi suap, yaitu Ardian I M (AIM) selaku swasta, dan Harry Sidabuke (HS) selaku swasta.

Kelima orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (6/12) lalu setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Sabtu, (5/12/20). 

Dari OTT itu, KPK mengamankan barang bukti berupa uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing; masing-masing sejumlah sekitar Rp 11,9 miliar; 171,085 Dollar AS atau setara Rp 2,420 miliar; dan sekitar 23 ribu Dollar Singapura atau setara Rp 243 juta.

--- Guche Montero

Komentar