Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

UKM Digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) Perluas Akses Kredit Bagi Masyarakat 13 Dec 2018 12:46

Article image
Peluncuran digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) padaSelasa (11/12) di Gedung Kemenkeu, Jakarta.
Pada tahap awal, digitalisasi UMi melibatkan tiga Perusahaan Jasa Sistem Pembayaran, yakni Go-pay, Tcash dan TMoney dan satu marketplace yaitu Bukalapak.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah meluncurkan digitalisasi Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk memperluas akses kredit bagi masyarakat lapisan bawah yang belum bankable. 

Digitalisasi UMi diluncurkan bersama oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Selasa (11/12) di Gedung Kemenkeu, Jakarta. 

Pada tahap awal, digitalisasi UMi melibatkan tiga Perusahaan Jasa Sistem Pembayaran, yakni Go-pay, Tcash dan TMoney dan satu marketplace yaitu Bukalapak. 

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga sempat melakukan dialog jarak jauh atau teleconference dengan  Arifin, anggota Koperasi Umat Sejahtera di pasar Karanganyar Semarang, yang melakukan transaksi melalui layanan Go-pay.

"Dengan adanya digitalisasi kredit Ultra Mikro ini akan semakin banyak masyarakat  yang belum bisa dilayani perbankan, kini bisa mendapatkan akses pembiayaan atau kredit melalui kredit UMi," kata Menteri Puspayoga, 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan digitalisasi UMi akan  menjaring pemain baru atau pengusaha mikro baru yang selama ini belum tersentuh oleh skema KUR, Fintech maupun yang lain. 

"Kalau total 59 juta UKM, sebagian besar mereka yang kelompok ultra mikro tidak bisa mendapat akses permodalan (bankable) dan tidak memiliki akses terhadap berbagai macam kredit, bahkan mereka tidak masuk dalam inklusi keuangan karena tidak memiliki account," kata Menkeu.

Program ini selaras dengan deklarasi negara-negara G20 untuk mengembangkan ekonomi digital yang berfokus pada UMKM untuk menurunkan gini ratio.

--- Sandy Romualdus

Komentar