Breaking News

INTERNASIONAL Diintimidasi Polisi, Dua Jurnalis Australia Dipulangkan dari China 08 Sep 2020 09:58

Article image
Jurnalis Australia Michael Smith (kiri) dan Bill Bitles. (Foto: theguardian.com)
Penarikan dua wartawan tersebut terjadi di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Australia dan China dan penahanan jurnalis asal Australia Cheng Lei bulan lalu.

SYDNEY, IndonesiaSatu.co Dua wartawan Australia diterbangkan keluar dari China, Senin malam (7/9/2020), usai tindakan intimidasi oleh polisi China. Hal tersebut terkait penahanan terhadap Cheng Lei, jurnalis terkenal asal Australia yang bekerja untuk jaringan TV CGTN, media milik Pemerintah China.

Seperti dilansir bbc.com, Selasa (8/9/2020), kedua wartawan tersebut adalah Bill Birtles dari Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan Michael Smith, koresponden Australian Financial Review (AFR).

Disebutkan, Birtles yang bekerja di Beijing dan Smith yang bekerja di Shanghai, sempat berlindung di kantor diplomatik Australia selama beberapa hari, sebelum diizinkan meninggalkan China.

Dua jurnalis itu terbang dari Shanghai didampingi oleh diplomat Australia pada Senin (7/9/2020) malam waktu setempat dan tiba di Sydney,  Selasa (8/9/2020) pagi ini.

Insiden penarikan dua wartawan tersebut terjadi di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Australia dan China dan penahanan jurnalis Cheng Lei bulan lalu.

Hingga kini otoritas China tidak mengungkapkan alasan penahanan Cheng.

Otoritas ABC menyebutkan, Kementerian Luar Negeri Australia sebenarnya telah memperingatkan Birtles sejak pekan lalu bahwa dia harus meninggalkan China.

Namun, sehari sebelum jadwal penerbangannya pada Kamis (3/9/2020), tujuh polisi China mengunjungi rumahnya pada tengah malam dan mengatakan bahwa dia dilarang keluar dari China.

Polisi China mengatakan, mereka ingin menanyai Birtles tentang kasus keamanan nasional. Setelah didatangi polisi Birtles kemudian berlindung di Kedutaan Australia.

Birtles juga diinterogasi oleh polisi China akhir pekan ini di hadapan diplomat Australia sebelum larangan perjalanannya dicabut.

Sementara itu, AFR menyebutkan Smith juga dikunjungi oleh polisi China pada malam yang sama di Shanghai.

Kedua jurnalis Australia itu sama-sama diinterogasi terkait dengan kasus Cheng yang ditahan di Beijing setelah penulis Yang Hengjun yang ditangkap pada Januari 2019 karena dicurigai melakukan spionase.

“Insiden ini menargetkan dua jurnalis yang sedang menjalankan tugas pelaporan wajar mereka. Ini sangat disesalkan, mengganggu, dan bukan untuk kepentingan hubungan kerja sama antara Australia dan China,” ujar Michael Stutchbury, Pemimpin Redaksi “Financial Review”seperti dikutip dari bbc.com, Selasa (8/9/2020).

Hubungan antara Australia dan China mulai memburuk sejak lebih dari dua tahun lalu, ketika pihak berwenang Australia mulai bergerak melawan campur tangan politik China yang semakin meningkat dalam sejumlah kebijakan perdagangan di negara itu.

Beijing kemudian sangat marah atas inisiatif utama Australia dalam seruan internasional awal tahun ini untuk penyelidikan asal-usul pandemi virus Corona (Covid-19), yang dimulai di Kota Wuhan, China.

Otoritas China telah mengambil langkah-langkah tegas untuk membatasi impor utama dari Australia dan menyerukan para mahasiswa serta turis dari negaranya Tiongkok untuk menghindari kunjungan ke Australia.

--- Rikard Mosa Dhae