Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

MEGAPOLITAN Dikunjungi Pejabat Pemprov DKI, Ahok Titip Pesan Lanjutkan Program Bedah Rumah Orang Miskin 18 May 2017 07:15

Article image
Basuki Tjahaja Purnama yang kini divonis hakim dua tahun penjara. (Foto: Ist)
Ahok berpesan agar program bedah rumah khusus untuk warga miskin yang berada di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, terus dilaksanakan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Beberapa pejabat teras di di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah, Asisten Pembangunan Gamal Sinurat, Asisten Pemerintahan Bambang Sugiyono, Asisten Perekonomian Franky Mangatas Panjaitan dan Asisten Kesejahteraan Rakyat Fatahillah, mengunjungi mengunjungi Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tengah ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok Selasa (16/5/2017).

Selain itu pejabat yang datang ke Mako Brimob Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Hariyadi serta Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo.

Ditemui wartawan seusai menemui Ahok, Sekda DKI Jakarta Saefullah menceritakan kondisi Ahok saat ini. Menurut Saefullah, Ahok tampak lebih kurus, sehat, dan bicaranya lancar.

"Kami hanya menengok. Kondisi Pak Ahok sehat. Badannya terlihat lebih langsing, badannya bagus, bicaranya juga lancar," kata Saefullah.

Dalam pertemuan tersebut, Saefullah menceritakan kunjungan tersebut berlangsung sekitar satu setengah jam dan obrolan berlangsung dengan suasana yang santai.

Saefullah mengatakan dalam kunjungan tersebut Ahok berpesan agar program bedah rumah khusus untuk warga miskin yang berada di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, terus dilaksanakan.

"Waktu itu kan ada program bedah rumah. Pak Ahok minta supaya diteruskan dengan dana CSR. Program itu bisa selesai kira-kira November. Bahan-bahan materialnya harus segera dibeli. Begitu pesan Pak Ahok," ujar Saefullah.

Sebagaimana diketahui, Ahok divonis dua tahun penjara dan diperintahkan ditahan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pada Selasa (9/5) pekan lalu. Ia terbukti bersalah melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

PN Jakarta Utara kemudian menyidang perkara ini. Setelah 23 sidang, vonis akhirnya dijatuhkan. Ahok sendiri menyatakan banding atas keputusan hakim yang menghukumnya dua tahun penjara.

--- Redem Kono

Komentar