Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

TEKNOLOGI Dikunjungi Presiden, Dahlan Iskan Pamerkan Mobil Listrik 09 Oct 2017 06:19

Article image
Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan memamerkan mobil listrik kepada Jokowi. (Foto: Kompas.com)
Dalam kesempatan itu, Dahlan Iskan memamerkan mobil listrik 'Selo' kepada Presiden Joko Widodo. Selain itu, Dahlan Iskan berbicara mengenai transformasi media di era digital.

SURABAYA, IndonesiaSatu.co -- Seusai kunjungannya ke Sumenep, Presiden Jokowi menenuhi undangan Dahlan Iskan untuk datang ke Graha Pena, Surabaya, Jawa Timu, Minggu (8/10/2017). Dalam kesempatan itu, Dahlan Iskan memamerkan mobil listrik 'Selo' kepada Presiden Joko Widodo. Selain itu, Dahlan Iskan berbicara mengenai transformasi media di era digital.

Dahlan Iskan juga mengajak Jokowi melihat tiga purwarupa motor listrik yang juga dipajang di Graha Pena. Tiga motor listrik tersebut adalah Gesits buatan ITS, TakeRun hasil rakitan siswa SMK Takeran, Magetan, dan DI Molik, motor listrik karya bersama Dahlan Iskan, Duta Jaya Mobil, dan Himpunan Bengkel Binaan YDBA Jawa Timur.

Presiden Jokowi pada kesempatan itu mengapresiasi inisiatif mantan Menteri BUMN tersebut. Ia berharap mobil listrik ini kelak diindustrikan.

"Kita pinginnya inovasi seperti itu terus didorong menjadi prototype yang benar dan bisa diindustrikan. Sehingga kalau negara lain bisa membuat, kita bisa membuat juga. Dengan catatan itu brand dan principle kita sendiri. Ke depan bisa dipastikan pertarungannya di mobil listrik," ujar Jokowi.

Namun, Jokowi juga mengeluhkan kendala regulasi yang menghambat inovasi mobil listrik.  inovasi di Indonesia terkadang terkendala dan terhambat dengan regulasi. Regulasi yang dibuat oleh bangsa sendiri.

"Kita ini lucu. Inovasi itu bisa berhasil dan bisa gagal. Kalau gagal malah dipermasalahkan. Kita ini orientasinya pada prosedur, bukan hasil," kata Jokowi.

Inovasi Dahlan pada mobil listrik memang pernah membuatnya berurusan dengan hukum saat ia menjabat sebagai Menteri BUMN. Kasus itu selesai dan Dahlan tidak terbukti menyebabkan kerugian negara pada kasus tersebut.

Mobil listrik justru mengantar Dahlan Iskan ke meja hijau. Kasus mobil listrik berawal dari permintaan Kementerian BUMN kepada perusahaan BUMN untuk menjadi sponsor pengadaan 16 mobil listrik pada April 2013.

Mobil ini diadakan untuk mendukung kegiatan operasional Konferensi Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) di Bali pada Oktober 2013. Tiga BUMN yang berpartisipasi, yaitu PT BRI (Persero) Tbk, PT PGN, dan PT Pertamina (Persero).

Mereka mengucurkan dana lebih kurang Rp 32 miliar untuk pengadaan mobil listrik melalui PT Sarimas Ahmadi Pratama. Namun, mobil listrik yang dipesan kemudian tidak dapat digunakan, karena tidak sesuai dengan perjanjian.

Namun pada Maret 2016, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi yang memutus perkara pengadaan mobil listrik, menyatakan bahwa mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak terbukti menyebabkan kerugian negara. 

--- Redem Kono

Komentar