Breaking News

KESEHATAN Dinyatakan Sehat, Ratusan WNI yang Dikarantina Tinggalkan Natuna 16 Feb 2020 10:43

Article image
Para WNI yang terdiri dari warga yang dievakuasi dari Wuhan, diplomat dan kru pesawat yang menjemput dinyatakan sehat setelah dikarantina selama dua minggu. (Foto: BBC Indonesia)
Seluruhnya dinyatakan sehat dan akan diberikan surat keterangan sehat oleh Kementerian Kesehatan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Setelah dinyatakan sehat, sebanyak 285 WNI, termasuk mahasiswa Indonesia, diplomat dan kru pesawat, telah meninggalkan pusat observasi di Natuna, Kepulauan Riau, dan terbang menuju Jakarta dalam tiga pesawat berbeda pada Sabtu (15/2/2020).

Dilansir dari BBC Indonesia, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabpad) Laksamana Madya TNI Yudo Margono, yang ditugasi memimpin proses observasi hingga pemulangan, mengatakan timnya telah menyerahkan 285 WNI kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi untuk selanjutnya menyerahkan mereka kepada keluarga masing-masing.

"Seluruhnya telah diterbangkan dengan tiga pesawat ke Halim Perdana Kusuma Jakarta," kata Yudo kepada BBC Indonesia Sabtu (15/2/2020).

"Seluruhnya dinyatakan sehat dan akan diberikan surat keterangan sehat oleh Kementerian Kesehatan."

Menurut Yudo, para WNI tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok berbeda dan terbang dengan dua pesawat Boeing dan satu pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Pesawat yang membawa mereka terbang secara bergilir mulai pukul 13.20 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

"Selanjutnya seluruh peralatan yang digunakan selama proses observasi akan disemprot disinfektan," kata Yudo.

Yudo menambahkan, selanjutnya Kogasgabpad yang bertugas menangani proses observasi akan dibubarkan pada 17 Februari mendatang dan Hanggar Pesawat Lanud Raden Sadjad yang menjadi pusat karantina akan kembali ke fungsi aslinya.

Sebelumnya, pemerintah daerah menyatakan mereka yang pulang dinyatakan aman dari virus corona, tapi tetap diminta menjauhi kerumunan dalam waktu dekat.

--- Simon Leya

Komentar