Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

UKM Dipercaya Salurkan KUR, Ini Strategi Kopdit Obor Mas Maumere 01 Aug 2018 12:15

Article image
Forum Konsultasi Penguatan Koperasi sebagai Lembaga Pembiayaan Formal bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) di Batam, Kamis (27/7/2018).(Foto: ist)
“Itu membuat prinsip swadaya pada Kopdit Obor Mas tetap terjaga, dari oleh dan untuk anggota. Makanya kami mau menjadi penyalur KUR, selain itu kami juga ingin Koperasi juga menikmati kue pembangunan melalaui KUR ini..."

BATAM, IndonesiaSatu.co -- KSP Kopdit Obor Mas Maumere merupakan satu dari dua koperasi di Indonesia yang mendapat kepercayaan menyalurkan KUR di 2018. Adapun KSP Kopdit Obor Mas mendapat kepercayaan menyalurkan KUR senilai Rp 150 miliar. Banyak kiat yang dilakukan oleh salah satu kopdit terbesar di Indonesia ini dalam menyalurkan KUR tersebut.

Menurut General Manajer KSP Kopdit Obor Mas Maumer, Leonardus Frediyanto Moat Lerin, keingingan koperasinya menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) dilatarbelakangi fakta KUR tidak memberikan bantuan keuangan namun hanya subsidi ada biaya bunga .

“Itu membuat prinsip swadaya pada Kopdit Obor Mas tetap terjaga, dari oleh dan untuk anggota. Makanya kami mau menjadi penyalur KUR, selain itu kami juga ingin Koperasi juga menikmati kue pembangunan melalaui KUR ini, jangan hanya lembaga keuangan bank saja,” ujar Yanto (penggilan akrabnya-red) di sela Forum Konsultasi Penguatan Koperasi sebagai Lembaga Pembiayaan Formal bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) di Batam, Kamis (27/7/2018).

Yanto menjelaskan, yang harus disiapkan KSP untuk menuju menjadi penyalur KUR adalah, sistem IT dimana harus terkoneksi dengan  Kemenkeu, Bank Indonesia (BI) dan  OJK (Otiritas Jasa Keuangan), karena harus mengakses pada Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di Kemenkeu, SID (Sistem Informasi Debitur) ke BI, dan kini dilimpahkan menjadi SILK (Sistem Informasi Layanan Keuangan) ke OJK.  

Selain itu penyiapan SDM koperasi yang harus bersertifikasi. Pihaknya juga menyiapkan dan menekankan pada anggota, bahwa KUR ini dananya berasal dari koperasi sendiri, bukan dari pemerintah. Karena itu, anggota harus sungguh sunggu mengangsur pinjaman, karena jika menunggak maka mengorbankan anggota yang lain.

Yanto mengakui, saat ini penyaluran KUR sementara terhenti karena harus menyesuaikan dengan SILK di OJK, dimana pada 6 Agustus nanti sudah bisa dilakukan MoU dengan OJK, untuk kemudian kembali bisa menyalurkan KUR.

Di tahun 2018, KSP Kopdit Obor Mas Maumere dipercaya menyalurkan KUR Rp 150 miliar. "Total plafon Rp 150 miliar meliputi Rp 100 miliar untuk usaha mikro dan sisanya Rp 50 miliar untuk ritel, kami berusaha mencapainya paling tidak nanati ada evaluasi lagi karena praktis tinggal lima bulan lagi pada 2018 ini,” akunya.

"Banyak manfaat yang kami peroleh setelah menjadi penyalur KUR, kami kini sejajar dengan bank, nama Obor Mas juga semakin terkenal di NTT. Kami sangat bersyukur dengan kepercayaan ini. Di Indonesia, hanya dua koperasi yang layak salurkan KUR, kami berharap KSP lainnya segera menyusul " harap Yanto.

--- Sandy Romualdus

Komentar