Breaking News

NASIONAL Disambut Meriah di Ponpes Darussalam, Presiden Ingatkan tentang Keberagaman Indonesia 16 Jun 2017 07:35

Article image
Presiden bercanda dengan salah seorang santri dalam kunjungannya ke sebuah pondek pesantren. (Foto: Ist)

JAKARTA, IndonesiaSatu.co Presiden Jokowi dan rombongannya disambut secara meriah oleh penghuni Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh, Purwokerto, pada Kamis (15/6/2017) malam. Adapun tujuan kedatangan Presiden adalah bersilaturahmi dengan pimpinan, pengurus, para santri, juga warga sekitar Pondok Pesantren.

Pesantren pimpinan KH. Chariri Shofa tersebut menyambut Presiden kemudian melakukan pertemuan terlebih dahulu. Para santri tampak antusias menanti kedatangan Presiden Jokowi.

Atas penyambutan yang ramah dan meriah tersebut, Presiden mengucapkan terima kasih di awal sambutannya.

 “Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Kyai beserta keluarga besar Pondok Pesantren Darussalam, yang telah menerima kami dan rombongan begitu sangat meriah dan ramahnya,” ujar Presiden.

Sebagaimana dalam setiap kunjungannya di pesantren, Presiden Jokowi mengingatkan para santri tentang keberagaman yang ada di Indonesia.

“Betapa negara kita ini negara yang besar, negara yang besar Indonesia ini. Kita memiliki 17.000 pulau, tidak ada negara mana pun di dunia yang memiliki pulau sebanyak di Indonesia, 17.000 pulau. Kita juga memiliki 516 Kabupaten dan Kota, memiliki 34 provinsi dari  Sabang sampai Merauke, dari pulau Miangas sampai pulau Rote. Kita juga memiliki 714 suku yang tersebar di 17.000 pulau tadi, yang bahasa daerahnya juga berbeda-beda. Ada 1.100 lebih bahasa daerah kita,” jungkap Presiden.

Presiden pun mengajak para santri untuk belajar dari setiap keragaman di Indonesia. Ia mencontohkan dirinya yang sedang belajar beberapa sapaan dalam berbagai bahasa daerah.

“Saya sekarang belajar, mulai belajar seperti itu. Saya belajar tadi di Cilacap tadi yang ngajarin Pak Gubenur. Ya tadi, kepriwe kabare? Saya baru tahu ya tadi. Saya mulai belajar seperti itu,” kisahnya.

Presiden mengingatkan dalam kehidupan muamalah, betul-betul harus disadari bahwa kita ini memang berbeda-beda. Perbedaan dan keberagaman Indonesia adalah hukum Allah, takdir Allah, yang diberikan kepada negara kita Indonesia yang harus kita syukuri bersama-sama.

“Oleh sebab itu jangan melupakan persaudaraan kita, baik sebagai sesama muslim dalam ukhuwah islamiyah kita, maupun persaudaraan kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air, dalam ukhuwah wathoniah kita. Jangan sampai sekarang ini ada yang saling salah menyalahkan antar umat. Ndak boleh. Kita hentikan saling menjelekkan. Kita hentikan saling memfitnah, saling mencemooh, saling mencela. Itu bukan budaya bangsa Indonesia. Bangsa kita adalah penuh dengan nilai-nilai kesantunan, penuh dengan nilai-nilai kesopanan. Tetapi itu bukan di sini, kalau di sini semuanya sopan-sopan, santun-santun, kelihatan optimis, ceria,”  pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar