Breaking News

HUKUM Disebut Rekayasa Kesaksian Palsu Kasus Tanah Mabar, Anton Ali Ditahan Kejati NTT 21 Feb 2021 16:41

Article image
Pengacara Antonius Ali dibawa keluar dari Kantor Kejati NTT ke mobil Kejati NTT untuk dibawa ke Rutan Polda NTT. (Foto: iNews.com)
"Penetapan Antonius Ali sebagai tersangka yang mengakibatkannya ditahan karena perannya sebagai aktor intelektual untuk keterangan tidak benar dalam sidang praperadilan beberapa waktu lalu," kata Abdul

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan pengacara senior, Antonius Ali, Kamis (18/2/2021). 

Mantan kuasa hukum mantan Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula itu ditahan karena diduga merekayasa kesaksian dua orang saksi dalam kasus pengalihan aset tanah Pemkab Manggarai Barat di Labuan Bajo.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT, Abdul Hakim , mengatakan bahwa dua orang saksi tersebut yakni Fransiskus Harum (FH) dan Zulkarnaen Djuje (ZD). Keduanya yang kini sudah jadi tersangka, dihadirkan dalam sidangpraperadilan yang diajukan Agustinus Ch Dula untuk penetapannya sebagai tersangka dalam kasus pengalihan aset pemda bernilai Rp 1,3 triliun saat menjadi Bupati.

"Penetapan Antonius Ali sebagai tersangka yang mengakibatkannya ditahan karena perannya sebagai aktor intelektual untuk keterangan tidak benar dalam sidang praperadilan beberapa waktu lalu," kata Abdul seperti dilansir iNews.id, Kamis (18/2/2021).

Abdul Hakim mengatakan, hal ini terungkap saat rekonstruksi di KantorKejati NTT, Kamis (18/2/2021). Rekonstruksi itu terkait kejadian saat pertemuan di Rumah Habatan Bupati Manggarai Barat, Kantor Bupati Manggarai Barat, dan di rumah Antonius Ali.

Menurut Abdul Hakim, tim penyidik Kejati NTT menemukan tiga alat bukti sehingga menetapkan Antonius Ali sebagai tersangka.

Ketiga alat bukti tersebut yakni, keterangan saksi yang bersesuaian, keterangan ahli, dan petunjuk.

Anton Ali dikenakan pasal 22 Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

"Ancaman pidana penjara minimal 3 tahun penjara, dan maksimal 12 tahun penjara. Ia ditetapkan sebagai tersangka karena didukung oleh keterangan saksi ahli dan hasil rekonstruksi tadi," ujar Abdul.

Usai ditetapkan tersangka, Antonius Ali dibawa keluar dari Kantor Kejati NTT sambil menggunakan rompi berwarna merah muda. Sambil mengangkat tangannya, Antonius Ali  terlihat menghindari jepretan awak media yang menunggunya sejak pagi. Antonius langsung dibawa ke mobil Kejati NTT untuk ditahan di Rutan Polda NTT. 

"Pak Anton Ali ditahan Rutan Polda NTT sementara ini," tutupnya.

--- Guche Montero

Komentar