Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

REGIONAL Disnaker Ende Gelar Pelatihan Wirausaha di Desa Ranggatalo 13 Oct 2017 11:46

Article image
Kelompok wirausaha kakao dan kemiri di Desa Ranggatalo, Kecamatan Wolowaru, Ende. (Foto: ist)
Kegiatan pelatihan tersebut sebagai program pemberdayaan tenaga kerja mandiri purna kerja dalam rangka penciptaan wirausaha baru.

ENDE, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rabu (11/10/2017) menggelar pelatihan keterampilan bagi kelompok wirausaha kakao dan kemiri di Desa Migran Produktif (Desmigratif) Ranggatalo, Kecamatan Wolowaru, Ende.

Kepala Dinas, Subhan Wanda mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut sebagai program pemberdayaan tenaga kerja mandiri purna kerja dalam rangka penciptaan wirausaha baru sebagai solusi mengatasi pengangguran serta mengimplementasikan program Desmigratif oleh pemerintah pusat melalui kementerian tenaga kerja dan transmigrasi.

"Kegiatan ini sebagai bentuk implementasi dari program Desmigratif yang merupakan terobosan pemerintah pusat (Kemenaker) dalam kerja samanya dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan serta memberi perlindungan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terutama di desa-desa. Program Desmigratif ini bertujuan untuk menekan jumlah TKI non-prosedural karena riskan dengan tindak pidana perdagangan manusia (human trafficking) yang sering mengorbankan masyarakat desa," ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan ketenagakerjaan berkaitan erat dengan perlindungan, jaminan hak-hak, peningkatan produktivitas tenaga kerja tanpa diskriminatif, juga penguatan keterampilan melalui pelatihan wirausah sehingga dapat meminimalisir jumlah TKI yang menjadi korban perdagangan, perbudakan bahkan kejahatan hak asasi manusia.

"Program Desmigratif merupakan bentuk kepedulian pemerintah yang harus didukung dengan upaya-upaya produktif dari masyarakat baik yang akan menjadi TKI ke luar negeri maupun yang telah menjadi purna TKI," tandasnya.

Sementara Kepala Desa Ranggatalo, Irminus Denis, menjelaskan bahwa terpilihnya Desa Ranggatalo sebagai salah satu desa migran produktif karena banyak warga yang memilih bekerja sebagai TKI di luar negeri.

"Sebagai pemerintah desa, kami memiliki data terkait TKI aktif dan TKI purna. Tercatat, jumlah warga Desa Ranggatalo yang menjadi TKI aktif sebanyak 38 orang. Sedangkan 60 orang warga lainnya tercatat sebagai TKI purna. Menjawabi program Desmigratif pemerintah pusat, kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah kabupaten Ende melalui dinas terkait untuk menggelar pelatihan keterampilan wirausaha bagi masyarakat guna menekan jumlah warga untuk bekerja sebagai TKI di luar negeri," ungkapnya.

Pemberdayaan

Kepala Bidang Penempatan TKI Disnakertrans Ende, Yosefa D Dewi pada kesempatan itu mengatakan bahwa terdapat empat item pemberdayaan bagi TKI Purna  dan Keluarga TKI di Desa Ranggatalo.

Program Desmigratif mencakup empat item penting yang saling terkait satu sama lain dan perlu berjalan secara berkesinambungan.

Keempat item prioritas tersebut yakni, membangun pusat layanan migrasi; mendorong kegiatan yang terkait dengan usaha-usaha produktif; kegiatan untuk menangani anak-anak calon TKI atau anak-anak buruh migran dalam bentuk community parenting; serta penguatan usaha produktif untuk jangka panjang dalam bentuk koperasi usaha," terangnya.

Ia mengharapkan agar warga desa Ranggatalo yang memperoleh sejumlah pelatihan oleh pendamping program, dapat mengolah dan memberdayakan potensi lokalnya menjadi produk yang memiliki nilai guna secara ekonomis.

"Melalui pelatihan kewirausahaan dengan skema Tenaga Kerja Mandiri (TKM) diharapkan dapat mendorong produktivitas warga desa untuk membuka usaha-usaha produktif yang berkelanjutan. Pelatihan yang telah diberikan di antaranya pengolahan kakao menjadi pasta dan pelatihan memproduksi minyak Kemiri. Semoga implementasi program Desmigratif dapat berjalan secara optimal sehingga berkontribusi bagi pembangunan perekonomian dan ketenagakerjaan terutama di desa-desa yang menjadi kantong TKI di kabupaten Ende," jelasnya.

 

--- Guche Montero

Tags:
Ende Wolowaru

Komentar