Breaking News

HUKUM Ditjen Pajak Serahkan Pelaku TPPU ke Kejaksaan Jaksel 26 Jan 2017 17:50

Article image
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (Foto: Ist)
Tindak pidana pencucian uang dilakukan atas hasil penjualan faktur pajak fiktif sebesar Rp 123,41 miliar di mana dari total nilai tersebut, tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp 49.15 miliar.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyerahkan Amie Hamid, tersangka pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas hasil tindak pidana di bidang perpajakan beserta harta sitaan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk selanjutnya disidangkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam keterangan pers yang diterima IndonesiaSatu.co pada Kamis (26/01/2016), Humas DJP mengatakan, tindak pidana pencucian uang dilakukan atas hasil penjualan faktur pajak fiktif sebesar Rp 123,41 miliar di mana dari total nilai tersebut, tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp 49.15 miliar. Adapun sebagian aset yang dimiliki tersangka yang diperoleh dari hasil perbuatan pidana tersebut telah disita dengan estimasi nilai sebesar Rp 26,89 miliar.

Dari total dana tersebut, terdiri dari Rp 441.77 juta merupakan pengembalian atas pembatalan pembelian Apartemen Unit 31 BD Tipe 2BR-B luas 61.40 m2 di Newmont Apartment; delapan bidang properti baik tanah maupun bangunan dengan taksiran nilai pasar mencapai Rp 24,5 miliar dan sembilan unit kendaraan dengan total nilai sekitar Rp 1,9 miliar.

Penyidikan TPPU ini merupakan pengembangan dari penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan berupa penjualan faktur yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya yang dilakukan Amie Hamid. Atas perbuatan ini, yang bersangkutan telah dijatuhi hukuman pidana penjara selama dua tahun enam bulan serta denda sebesar Rp 246,83 miliar. Kasus baru dengan sangkaan TPPU atas Amie Hamid ini diancam dengan pidana paling lama 20 tahun dengan denda paling banyak Rp10 miliar.

Perkara ini merupakan perkara TPPU yang kedua yang berhasil dikembangkan Ditjen Pajak dari kasus pidan perpajakan. Sebelumnya Ditjen Pajak telah menyelesaikan kasus TPPU di atas pidana pajak terhadap Rinaldus Andry Suseno yang saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Pemerintah mengimbau seluruh WajibPajak untuk menghitung, membayar dan melaporkan pajak dengan benar dan tidak tergoda untuk melakukan perbuatan curang seperti mengurangi penghasilan yang dilaporkan atau mencari keuntungan yang tidak sah dari proses perpajakan seperti menerbitkan atau menggunakan faktur pajak yang tidak dilandasi transaksi ekonomi yang nyata.

 

---

Komentar