Breaking News

PARIWISATA Ditolak di Alor dan Lembata, Kapal Pesiar Milik Australia Akhirnya Bersandar di Ende 04 Mar 2020 13:39

Article image
Para wisatawan yang menumpangi Kapal Pesiar milik Australia saat bersandar di Pelabuhan Ipi, Ende, NTT. (Foto: Ekorantt.com/ Ansel Kaise)
"Tidak ada alasan saya menolak, karena saya mau jual pariwisata terutama Danau Kelimutu yang menjadi icon destinasi wisata di kabupaten Ende," kata Bupati Djafar.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Kapal pesiar Coral Expeditions milik Australia akhirnya bersandar di Pelabuhan Ipi, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (2/3/20).

Sebelumnya, kapal jenis MV Coral Adventure
yang membawa puluhan penumpang asal Australia ini ditolak saat memohon bersandar di Kabupaten Alor dan Kabupaten Lembata.

Diberitakan Ekorantt.com, data manifes menyebutkan kapal tersebut mengangkut 38 wisatawan, 34 krew kapal dan 5 pemandu wisata (guide).

Kapal pesiar Coral Expeditions keluar dari Darwin, Australia pada tanggal 27 Februari 2020 menuju NTT.

Sebelum dipastikan bersandar di Pelabuhan Ipi Ende, Sekretaris Daerah Kabupaten Ende menggelar rapat bersama pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta petugas kesehatan pelabuhan untuk mempertimbangkan dan memastikan status kesehatan wisatawan yang ada di dalam kapal tersebut.

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi peredaran Virus Corona, mengingat Australia merupakan salah satu negara yang terpapar Virus Corona dengan kejadian mencapai 23 kasus.

Sebagai rekomendasi dari rapat bersama tersebut, Sekda Ende, dr. Agustinus Ngasu mengeluarkan surat penundaan sandar kapal. Surat tersebut didasari atas pertimbangan isue global tentang mewabahnya virus corona dan standar operasional prosedur badan kesehatan Dunia (WHO).

Pada pukul 14.20 Wita, pihak KSOP baru menurunkan para wisatawan dari kapal setelah mendapat izin dari Bupati Ende, H. Djafar Achmad.

"Saya izinkan semua penumpang kapal pesiar milik Australia itu turun ke Ende. Saya izinkan karena standar pelabuhan sudah terpenuhi, baik kesehatan pelabuhan dan sebagainya. Artinya semuanya sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang diperketat dan institusi yang berwenang sudah menyatakan steril," kata Bupati Djafar seperti diberitakan Kompas.com.

Sebelum memberi izin untuk bersandar di Pelabuhan Ipi Ende, Bupati Djafar juga sempat mempertimbangkan penyebaran virus corona. Namun, menurut Djafar penyebaran virus corona di Australia tidak terlalu parah.

Bupati Djafar mengaku, pihak mungkin akan mempertimbangkan menolak wisatawan jika yang datang berasal dari China, Jepang, dan Korea Selatan.

"Saya bertanggung jawab penuh. Karena pelabuhan sudah oke dan dari pelabuhan sudah keluar bendera kuning, maka tidak ada alasan saya menolak, karena saya mau jual pariwisata terutama Danau Kelimutu yang menjadi icon destinasi wisata di kabupaten Ende," kata Djafar.

Usai bersandar, para penumpang (wisatawan) dari kapal pesiar itu kemudian menumpang bus menuju Danau Kelimutu.

Setelah melihat pemandangan danau tiga warga yang menjadi kebanggaan masyarakat Ende itu, puluhan wisatawan asing itu lalu kembali masuk ke kapal.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Daerah Lembata, NTT, melarang kapal asing masuk ke wilayah itu tanpa pemberitahuan.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola langoday mengatakan, pihaknya menolak kapal asing masuk ke wilayah perairannya, untuk mencegah masuknya virus corona.

--- Guche Montero

Komentar