Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Ditolak Malta dan Italia, Kapal “Aquarius” dengan 629 Imigran Akhirnya Diterima Spanyol 12 Jun 2018 21:10

Article image
Kapal
PM Sachez: Kita wajib berupaya menghindari bencana kemanusiaan dan menawarkan pelabuhan yang aman bagi orang-orang yang ditimpa kemalangan seperti ini.

VALENCIA, IndonesiaSatu.co -- Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez yang baru terpilih pekan lalu menyatakan akan menerima kapal Aquarius yang ditumpangi oleh sedikitnya 629 imigran dan pengungsi dari benua Afrika.

Seperti dilansir Zeit Online, Selasa (12/6/2018), kapal penyelamat imigran itu terombang-ambing di perairan Mediterania karena ditolak oleh otoritas Malta dan Italia untuk berlabuh di wilayahnya.

Sanchez menyatakan, ia akan memberi izin berlabuh bagi Aquarius untuk menghindari bencana yang kerap dialami para imigran dan pengungsi di perairan tersebut. Ia menambahkan, kapal dengan misi kemanusiaan itu akan berlabuh di Valencia.

“Kita wajib berupaya menghindari bencana kemanusiaan dan menawarkan pelabuhan yang aman pada orang-orang yang ditimpa kemalangan seperti ini. Ini bagian dari tanggungjawab untuk memenuhi kewajiban hak asasi manusia kita,” demikian pernyataan perwakilan Sanchez seperti dikutip dari Zeit Online, Selasa (12/6/2018).

SOS Mediterranee, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang kemanusiaan di kawasan Mediterania, menyebutkan, para imigran dan pengungsi yang berada di kapal Aquarius diselamatkan dari sejumlah perahu karet di lepas pantai Libya sejak akhir pekan lalu.

Mereka ditemukan dalam enam operasi penyelamatan oleh tim kemanusiaan SOS Mediterranee di beberapa lokasi di Laut Mediterania.

Penolakan Malta dan Italia dipicu oleh perselisihan dan kebijakan internal kedua negara terhadap imigran dan pengungsi. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) dan Uni Eropa menyerukan agar kedua negara segera menyelesaikan perselisihannya.

Dunja Mihativic, salah satu komisioner untuk HAM di Dewan Eropa, memuji langkah Spanyol. Ia mengatakan, menyelamatkan nyawa manusia di laut merupakan kewajiban setiap negara.

Sementara itu, Perdana Menteri Malta Joseph Muscat mendukung kebijakan Sanchez dan menuding Italia melanggar hukum internasional dan menyebabkan kebuntuan dalam persoalan imigran maupun pengungsi. Ia mengatakan, pemerintahnya siap mengirim suplai logistik baru ke kapal Aquarius.

Para imigran dan pengungsi yang berada di kapal tersebut diketahui berasal dari sejumlah negara Afrika, antara lain Sudan, Eritrea, Nigeria, dan Ghana.

--- Rikard Mosa Dhae