Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

MEGAPOLITAN Djarot: Ahok Dipenjara, Tetapi Praktik dan Pemikirannya Abadi 16 May 2017 15:01

Article image
Keakraban Ahok-Djarot sebelum vonis penjara dua tahun untuk Ahok. (Foto: Ist)
Sebelum melepas jabatan di DKI, Djarot ingin meninggalkan kesan yang baik untuk Jakarta, meski dirinya menjalankan roda pemerintahan tanpa ditemani Ahok.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pelaksana tugas Gubernur Jakarta yang juga pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta 2017 Djarot Saiful Hidayat menilai seluruh pikiran dan tindakan Ahok ketika membangun Jakarta akan dikenang selamanya.

Hal ini disampaikan Djarot ketika  memberikan kata sambutan dalam  acara koordinasi program kesehatan masyarakat dalam rangka Pembekalan Tim Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) di Ballroom Candi Bentar, Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Selasa (16/5/2017).

“Meskipun sekarang Pak Ahok itu masih ada di Mako Brimob, ya dipenjara katakanlah. Tapi gagasan, pemikiran, dan praktik-praktik kerjanya akan tetap abadi dan bisa dinikmati oleh seluruh warga Jakarta," ujar Djarot.

Djarot berjanji akan akan bekerja sebaik mungkin untuk melayani warga hingga masa jabatanya berakhir. Dia bahkan tak masalah apabila harus kerja lembur.

“Karena waktunya cuma 5 bulan ke depan. Saya bilang kerja kita 24 jam sehari dan tidak ada hari libur. Tidak apa-apa," janji Djarot.

 Djarot mengungkapkan bahwa kasus yang menimpa Ahok justru membuatnya semakin bersemangat. Sebelum melepas jabatan di DKI, Djarot ingin meninggalkan kesan yang baik untuk Jakarta, meski dirinya menjalankan roda pemerintahan tanpa ditemani Ahok.

"Kasus ini membuat saya sangat semangat. Saya juga ingin membuktikan gitu lho," katanya.

Adapun  Ahok divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (9/5/2017) lalu. Dia dinilai terbukti melakukan penodaan agama sebagaimana diatur di dalam Pasal 156 a KUHP. Ahok menyatakan banding atas vonis tersebut.

Saat ini Ahok tengah mendekam di Rutan Mako Brimob, sejak Rabu (10/5/2017) dini hari. Sebelumnya dia menghuni sel Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5/2017).

 

--- Redem Kono

Komentar