Breaking News

REGIONAL Dorong Inflasi Daerah, Gubernur NTT Minta Bangun Pabrik Pakan Ternak dan Semen 24 May 2019 17:26

Article image
Gubernur NTT saat mendampingi Presiden Jokowi pada peresmian Bendungan Rotiklot (Foto: Ist.)
"Kami ingin bangun pabrik pakan ternak agar kami bisa pelihara ayam pedaging dan ayam petelur," ungkap Viktor.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat meminta dua hal kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela peresmian Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu pada Senin (20/5/19) lalu.

Dua permintaan itu langsung disampaikan Gubernur Viktor kepada Jokowi dan mendapat respon yang baik dari Kepala Negara tersebut.

Hal itu kembali diungkapkan Gubernur Viktor saat menyampaikan sambutan pada acara malam kenal pamit Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) El Tari Kupang yang digelar di Hotel Aston Kupang, Selasa (21/5/19) malam seperti dilansir Kompas.com.

Pabrik Pakan Ternak

Permintaan pertama yang disampaikan Gubernur Viktor kepada Presiden Jokowi yakni pembangunan perusahaan atau pabrik pakan ternak.

“Kemarin saya lapor kepada Bapak Presiden bahwa daerah ini sangat dibanjiri oleh impor ayam pedaging dan telur ayam dari Surabaya. Kami ingin bangun pabrik pakan ternak agar kami bisa pelihara ayam pedaging dan ayam petelur," ungkap Viktor.

Menurut politisi Partai Nasdem ini, permintaan untuk mendirikan perusahaan pakan ternak ayam di NTT, karena Inflasi di daerah ini pada setiap akhir tahun hanya seputar daging ayam (ayam pedaging) dan telur ayam (ayam petelur).

Sebagai perbandingan, Gubernur Viktor juga telah melaporkan ke Presiden Jokowi bahwa negara tetangga Timor Leste, setiap tahunnya membeli ayam pedaging impor dari Brasil sebanyak 13 juta Dollar AS yang seharusnya menjadi market NTT.

"Beliau (Presiden, red) sangat antusias dan setuju untuk bangun pabrik pakan ternak khususnya anak ayam,” kata Viktor.

Tambah Pabrik Semen

Selain meminta dibangun pabrik pakan ternak,  Gubernur Viktor juga meminta Presiden agar produksi semen Kupang ditingkatkan.

Menurut Viktor, kapasitas produksi semen Kupang sekarag, dalam setahun hanya 250 ribu ton. Sementara kebutuhan semen pasar NTT sendiri mencapai 1,6 juta ton per tahun.

Jika dibandingkan dengan negara Timor Leste, kebutuhannya mencapai 600 ribu ton per tahun. Jadi, total pasar keseluruhan sekitar 2,1 juta ton.

“Beliau (Presiden Jokowi) tanya, mengapa dengan pabriknya? Saya jawab satu saja masalahnya, yakni mis-management. Menempatkan orang yang keliru datang urus semen di Kupang," imbuh Viktor.

Karena di pulau Timor ini, nilai Viktor, digali bagaimana pun, ada batu kapur (limestone). Seluruhnya, satu pulau ini bahan baku semen.

"Kemana pun kita pergi, di situ ada kapur. Karena itu, aneh sekali kalau kita datangkan semen dari luar. Malahan kita seharusnya bisa ekspor semen ke luar misalnya ke Australia,” tandas Viktor.

 

 

 

 

 

 

--- Guche Montero

Komentar