Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

REGIONAL Dorong Roda Perekonomian Masyarakat, Pelindo III Ende Hadirkan Peti Kemas 14 Mar 2018 23:21

Article image
AKtivitas bongkar-muat Peti Kemas di Pelabuhan Ende (Foto: Dok. Pelindo Ende)
“Jika pemerintah daerah terus mendukung peningkatan akses transportasi laut, maka Ende bisa menjadi salah satu jalur perdagangan yang strategis atau menjadi kota transit karena dukungan akses perhubungan,” kata Hadi.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III cabang Ende gencar melakukan pengoperasian peti kemas Meratus dan Mentari. Hal itu bertujuan mendorong roda perekonomian masyarakat terutama dalam mendistribusikan produksi komoditi sebagai segmen perdagangan melalui akses transportasi laut.

Manager PT Pelindo III Cabang Ende, Hadi Sukamto memastikan dua perusahan pelayaran bongkar-muat peti kemas di Kabupaten Ende yakni PT Meratus Line dan PT Mentari Line mulai beraktivitas secara normal. Dua perusahaan bongkar-muat tersebut masing-masing ditempatkan di Pelabuhan Bung Karno untuk peti kemas Mentari dan Pelabuhan Ippi untuk peti kemas Meratus.

“Meratus baru beroperasi sejak Februari 2018 dengan jumlah peti kemas kurang lebih 119 blok. Tahap pertama 23 blok dan tahap kedua sebanyak 96 blok. Rincian per bulan nanti rata-rata tiga sampai empat kali bongkar-muat, ditargetkan 100 blok (bongkar) dan 30 blok (muat),” ungkap Hadi di Ende, Selasa (13/03/18).

Ia menambahkan bahwa pengoperasian peti kemas Meratus akan berjalan normal jika produksi komoditi masyarakat meningkat. Begitu pula peti kemas Mentari yang sudah beraktivitas sebelumnya.

“Kita lihat dengan hasil komoditi masyarakat seperti mente, kakao, kemiri, kelapa, cengkeh dan jenis komoditi lainnya. Nanti semua akan muat di sini. Soal kenyamanan aktivitas bongkar-muat, dijamin aman dan memuaskan sehingga diharapkan semua dapat berjalan normal. Rata-rata ke luar wilayah Ende yakni Nagekeo, Bajawa, Riung juga ke Maumere. Aktivitas nanti selama 24 jam,” lanjutnya.

Hadi juga menjelaskan bahwa dengan beroperasinya kapal pengangkut kontainer milik Meratus dan Mentari, hal itu semakin menghidupkan roda perekonomian masyarakat serta membantu meningkatkan angkatan kerja di wilayah pelabuhan.

“Prospeknya bagus untuk pengiriman hasil bumi dan perdagangan lain. Banyak yang sudah berminat di sini. Tentu aktivitas di pelabuhan sangat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, meningkatkan angkatan kerja, juga akses perdagangan lintas-kabupaten. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak sehingga aktivitas ini terus berjalan normal dan menunjang distribusi produksi komoditi masyarakat kabupaten Ende pada umumnya,” katanya.

Hadi menilai, jika pemerintah daerah terus mendorong dan meningkatkan aktivitas dan akses pelayanan di pelabuhan, maka bukan tidak mungkin Ende bisa menjadi kota perdagangan atau salah satu jalur transit strategis yang menunjang akses perdagangan.

“Jika pemerintah daerah terus mendukung peningkatan akses transportasi laut,  maka Ende bisa menjadi salah satu jalur perdagangan yang strategis atau menjadi kota transit karena dukungan akses perhubungan,” nilainya.

--- Guche Montero

Komentar