Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Dua Konglomerat Calon Kuat Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf 06 Sep 2018 12:14

Article image
Pendiri Mahaka Group yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018. (INASGOC) Erick Tohir. (Foto: Sindo News)
Menurut Romi, Erick Tohir dan pendiri CT Corp Chairul Tanjung merepresentasikan generasi millenial dan memiliki komunikasi yang baik dengan seluruh pimpinan partai politik.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Nama Ketua tim sukses (timses) pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin masih menjadi teka-teki. Tidak ada seorangpun yang bisa memastikan siapa yang calon kuat pilihan Jokowi.

Namun menurut Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi), nama ketua timses pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mengerucut ke dua nama pengusaha yaitu pendiri Mahaka Group yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Tohir dan pendiri CT Corp Chairul Tanjung.

"Pak Erick salah satu nama yang diperbincangkan termasuk Pak Chairil Tanjung juga, jadi kita tunggu keputusan beliau (Jokowi) karena beliau tadi menyampaikan bahwa akan mengambil keputusan bisa malam ini bisa besok," kata Romi di lingkungan Istana Kepresidenan.

Menurut Romi, keduanya merepresentasikan generasi millenial dan memiliki komunikasi yang baik dengan seluruh pimpinan partai politik.

"Saya kira pak CT (Chairul Tanjung) adalah orang yang bisa berkomunikasi dengan seluruh pimpinan parpol ya karena beliau seorang pengusaha nasional yang sukses dan terbukti tidak pernah ada 'barrier' (hambatan), ketika bulan Ramadhan kemarin beliau menggelar acara buka bersama saja yang hadir menteri kabinet Pak Jokowi dan menteri kabinet Pak SBY apalagi, jadi beliau tidak memiliki 'barrier' psikologis dengan siapapun," ungkap Romi seperti dikutip Antara (5/9/2018).

Menurut Romi, parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf juga tidak bermasalah dengan kedua nama tersebut.

"Kenapa memilih pengusaha? Karena kita tidak ingin, pertama, ada keterlbatan atau pelibatan ASN (Aparatur Sipil Negara) karena tidak diperbolehkan bahkan beberapa nama staf khusus sekalipun dari presiden atau dari menteri yang terlibat dalam tim kampanye nasional diingatkan oleh Bawaslu untuk tidak diletakkan kembali," ungkap Romi.
 
Alasan kedua adalah untuk menghindari konflik kepentingan antar parpol sehingga figur yang dianggap bisa diterima oleh seluruh pimpinan partai politik dan independen.

"Kalau logistik kan pada dasarnya 21.000 caleg dikali 9 parpol pengusung Pak Jokowi atau pendukung itu semuanya akan bekerja seiring pemenangan mereka memenangkan, jadwalnya Pak Jokowi selalu menyempatkan hadir setiap pembekalan caleg parpol-parpol, itu menunjukkan bahwa pasukan 'front line' pemenangan Pak Jokowi," tambah Romi.

Sedangkan mengenai pilihan PPP, Romi mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.

"Karena ketua timses ini yang akan sehari-hari berkomunikasi mengatur strategi dan mengeksekusi perintah presiden dalam kapasitas capres sehingga memang sepenuhnya kenyamanan diperlukan 'chemistry' ketersambungan kimiawi antara seorang ketua tim dengan capres dalam hal ini Pak Jokowi betul-betul harus menjadi prioritas utama," tegas Romi.

--- Simon Leya

Komentar