Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

KEUANGAN Dua Tahun Raih Opini WTP, Presiden Jokowi: Uang Rakyat Harus Dibersihkan dari Tangan Kotor! 05 Jun 2018 05:36

Article image
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist)
Presiden berharap tahun depan bisa diperbaiki sehingga tidak ada lagi yang TMP/Disclaimer atau WDP, semuanya WTP.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coPemerintah pusat menyampaikan rasa syukurnya karena untuk 2 (dua) tahun berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk laporan hasil pemeriksaan LKPP Tahun 2017.

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan sambutan pada acara Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2017, di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/6/2018) pagi.

“Ini sungguh patut kita syukuri dan saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras segenap jajaran di Kementerian Keuangan dan semua kementerian/lembaga pengguna APBN,” kata Presiden Jokowi.

Meskipun masih ada 2 (dua) kementerian/lembaga (K/L) yang memperoleh opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau disclaimer, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat ada peningkatan jumlah entitas pemeriksaan yang mendapatkan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

“Tahun 2016 yang WTP ada 74, sekarang yang di 2017 menjadi 80. Kemudian juga, yang WDP (Wajar Dengan Pengecualian) tahun 2016 ada 8, di 2017 tinggal 6, masih 6. Dan yang mendapatkan TMP (Tidak Menyatakan Pendapat) atau Disclaimer menurun, 2016 ada 6, 2017 masih ada 2,” ujar Presiden.

Presiden berharap tahun depan bisa diperbaiki sehingga tidak ada lagi yang TMP/Disclaimer atau WDP, semuanya WTP.

“Yang masih mendapatkan WDP dan TMP perlu melakukan terobosan-terobosan, upaya-upaya sehingga tahun ini lebih bagus lagi, dan juga saya minta untuk koordinasi dalam penyelesaian beberapa temuan BPK yang tadi disampaikan,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden menegaskan, dirinya tidak akan bosan mengingatkan, supaya semuanya benar-benar memperbaiki, membenahi, menjaga, dan memaksimalkan pengelolaan keuangan negara, keuangan rakyat ini.

“Ini adalah pertanggungjawaban konstitusional kita kepada negara, serta pertanggungjawaban moral kita kepada rakyat, kepada masyarakat, bahwa yang namanya uang negara, uang rakyat harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, dan dibersihkan dari tangan-tangan kotor,” ujar Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menkes Nila F. Moeloek, Mensos Idrus Marham, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Sementara dari BPK, selain Moermahadi Soerja Djanegara, juga tampak Bahrullah Akbar, Agung Firman Sampurna, Agus Joko Pramono, Achsanul Qosasi, Rizal Djalil, Isma Yatun, Harry Azhar Azis, dan Eddy Mulyadi Soepardi. 

--- Redem Kono

Komentar