Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HANKAM Dubes Suriah: Oposisi Anti Pemerintah Cikal Bakal Konflik Mengerikan di Suriah 02 Nov 2018 06:25

Article image
. Dubes Indonesia di Suriah Djoko Harjanto. (Foto: Ist)
Dubes Indonesia di Suriah Djoko Harjanto menceritakan bagaimana mengerikannya hidup di wilayah konflik. Dia setiap hari mendengar dentuman bom dan bunyi tembakan tak henti-henti.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Konflik di Suriah menyisakan tragedi kemanusiaan karena menewaskan ratusan ribu orang. Dubes Indonesia di Suriah Djoko Harjanto menceritakan bagaimana mengerikannya hidup di wilayah konflik. Dia setiap hari mendengar dentuman bom dan bunyi tembakan tak henti-henti. 

Djoko mengawali cerita dari eksisnya pasukan bersenjata bernama free army pada 2011. Free army adalah orang-orang bersenjata anti-pemerintah dan menjadi cikal bakal gejolak konflik di Suriah.  

"Kemudian ada demonstrasi, ada pihak-pihak oposisi yang dapat senjata kemudian bertebaran ke mana-mana. Kemudian berkobar sebegitu kuatnya, para pemberontak itu namanya free army," kata Djoko dalam 'Seminar Kebangsaan: Jangan Suriahkan Indonesia' di Hotel Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018). 

Djoko menuturkan, setelah free army, kemudian muncul Al Musro, dan pada 2013 muncul ISIS. Dia merasa heran bagaimana bisa banyak sekali pihak yang terbius untuk ikut ISIS. 

"Hingga hampir 2014 akhir ISIS sudah ada itu konflik, luar biasa, saya memasuki perang, tugas utama saya sebagai duta besar, untuk melindungi TKI, mahasiswa, dan staf kedutaan," tutur Djoko. 

Menurut Djoko, konflik di  Suriah mengingatkan bangsa Indonesia tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Karena konflik di daerah tersebut sangat mengganggu stabilitas masyarakat.

"Ketika 2015, saya masuk Aleppo, bukan karena berani, tapi untuk melindungi rakyat kita di sana, banyak juga TKI, mereka butuh perlindungan. Itu Tidak semenit pun berhenti itu mortir, senapan, AK47, bahkan bom," pungkasnya.  

--- Redem Kono

Komentar