Breaking News

HUKUM Dugaan Penistaan Agama, Bareskrim Tangkap Youtuber ‘Muhammad Kace’ di Bali 26 Aug 2021 00:48

Article image
Kabareskrim Komjen Agus Andrianto
Muhammad Kace sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah pihak soal sekitar 400 videonya yang diduga menistakan agama.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Bareskrim Polri menangkap YouTuber Muhammad Kace. Dia ditangkap atas dugaan penistaan agama. Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto membenarkan kabar penangkapan tersebut.

“Sudah ditangkap,” kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, dilansir dari lama resmi Humas Polri, Rabu 25 Agustus 2021.

Muhammad Kece ditangkap di Bali. Kini dia sedang dibawa ke Bareskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Hari ini akan dibawa ke Bareskrim,” ujar Agus.

Muhammad Kace sebelumnya dilaporkan oleh sejumlah pihak soal videonya yang diduga menistakan agama. Polisi juga menegaskan bukti awal sudah cukup sehingga kasus ditingkatkan ke penyidikan.

Sebelumnya Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatkan telah menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk melakukan take down terhadap video-video YouTuber Muhammad Kece yang dinilai kontroversial.

Ada sekitar 400 video terkait Muhammad Kece yang diajukan ke YouTube untuk di-take down setelah dilakukan analisis.

“Video (MK) berpotensi kegaduhan memecah-belah. Maka dilakukan analisis, dilakukan verifikasi untuk dilakukan take down,” ujar Kombes Ramadhan di Mabes Polri, Selasa 24 Agustus 2021.

"Yang melakukan take down itu kewenangannya di Kominfo. Kominfo mengajukan kepada pihak YouTube. Tentu ini harus mendapat jawaban dari YouTube," imbuhnya.

Kombes Ramadhan mengungkapkan, dari 400 video yang diajukan untuk di-take down, 20 di antaranya sudah dikabulkan YouTube. Adapun pengajuan untuk pemblokiran itu dilakukan sejak Minggu 22 Agustus 2021.

“Dari 400 video yang telah diposting Saudara MK, sudah 20 video yang sudah diblokir atau di-take down. Jadi bukannya… maaf ya, tidak ada pembiaran. Polisi dan Kominfo terus berproses melakukan hal ini,” tuturnya.

Dengan demikian, kata Ramadhan, beberapa video terkait Muhammad Kece yang diduga menghina agama Islam sudah tidak bisa ditonton lagi.

Video yang dimaksud bukan hanya yang diposting oleh Muhammad Kece saja, tapi juga video dari akun lain yang mengunggah ulang (share) video Kece itu.

“Jadi dia tulisannya video ini ‘not available’. Contoh video misalnya dilakukan Saudara MK terhadap kitab kuning. Coba dilihat, maka tidak ada lagi,” terang Kombes Ramadhan.*

--- Sandy Javia

Komentar