Breaking News

REGIONAL Dukung Bupati Lembata, PADMA Indonesia: Saatnya Terobosan Menuju Perubahan 21 Oct 2021 18:20

Article image
Pelantikan Bupati Lembata oleh Gubernur NTT. (Foto: Ist)
"Dengan masa kepemimpinan yang sangat singkat, perubahan tidak bisa ditunda-tunda. Kami yakin, dalam estafet kepemikpinan, Bupati Lembata menjadi tonggak harapan menuju perubahan Lewotana," tandas Gabriel.

LEMBATA, IndonesiaSatu.co-- Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia meyakini pemimpin baru Lembata akan membuat terobosan menuju perubahan Lewotana.

Hal itu diutarakan Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa, dalam keterangan tertulis kepada media ini, Kamis (21/10/2021) sekaligus sebagai bentuk proficiat atas pelantikan Bapak Thomas Ola sebagai Bupati Lembata guna mengisi sisa masa jabatan periode 2021-2022 oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Kamis (16/9/2021) lalu.

"Peristiwa pelantikan ini sebagai berkat Tuhan. Karena itu, gunakan kesempatan berharga ini untuk melakukan terobosan dalam membangun Lewotana Lembata dengan karya-karya monumental yang biasa dikenang sepanjang masa," kata Gabriel.

Gabriel menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya dan langkah strategis yang menjadi komitmen Bupati Lembata dalam memacu derap pembangunan di Kabupaten Lembata meski dalam sisa waktu kepemimpinan terbilang singkat hanya sekiar 8 bulan.

"Pasca ulang tahun Otonomi Daerah Lembata, sudah sepatutnya Bupati, Ketua dan Anggota DPRD Lembata serta masyarakat Lembata mengenang dan mengabadikan perjuangan Perintis dan Pejuang Otonomi Lembata melalui nama bandara, nama pelabuhan laut dan nama jalan," sarannya.

Selain mengenang karya-karya penjasa, PADMA Indonesia juga merekomendasikan beberapa poin penting yang patut dipertimbangkan, yakni;

Pertama, mendesak Bupati Lembata dan DPRD Lembata segera membangun jalan hotmix dari Lewoleba menuju Boto, Imulolong hingga Lamalera.

Kedua, nama Bandara Udara diabadikan untuk mengenang jasa Alm Brigjen Pol Drs Anton Enga Tifaona.

Ketiga, Pelabuhan Laut Lewoleba diabadikan untuk mengenang Pejuang Gute Betekeneng.

Keempat, Pelabuham Feri Waijarang diabadikan untuk mengenang jasa Bapak Sarabiti.

Kelima, mendukung dan membantu secara konkret Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLK PMI) yang sudah dikelola para suster SSPS.

Keenam, bekerjasama dengam Keuskupan Larantuka dan Kemenkes untuk menjadikan Rumah Sakit Damian sebagai Rumah Sakit Spesial Kanker dan Rumah Sakit Bukit menjadi Rumah Sakit Spesialis Jantung guna melayani para pasien khusus seperti Kanker sehingga idak perlu lagi dirujuk ke Bali dan Jawa tetapi ke Lembata sekaligus destinasi wisata Kesehatan.

"Dengan masa kepemimpinan yang sangat singkat, perubahan tidak bisa ditunda-tunda. Kami yakin, dalam estafet kepemikpinan, Bupati Lembata menjadi tonggak harapan menuju perubahan Lewotana," tandas Gabriel.

--- Guche Montero

Komentar