Breaking News

KULINER Dukung Ekonomi Kreatif Kelompok Usaha 'Maju Bersama' Kelitei-Ngada, IRCI: Saatnya Produk Lokal jadi Branding Wisata Premium 01 Sep 2021 18:14

Article image
Mama-mama Kelompok Usaha Maju Bersama Desa Kelitei-Ngada sedang giat membuat Periuk dari Tanah. (Foto: Dok. KUMB)
Selain sebagai usaha kerajinan untuk tujuan ekonomis, hasil kreasi berupa Periuk dari tanah, juga merupakan salah satu unsur kearifan lokal yang ada di Kabupaten Ngada.

 

NGADA, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal guna mendukung sektor pariwisata sebagai prime mover pembangunan, secara khusus di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Atensi pemerintah pusat dan Pemprov NTT di antaranya dengan menjadikan Labuan Bajo sebagai Kawasan Wisata Premium.

Kabupaten Ngada merupakan salah satu jalur strategis menuju Daerah Wisata Premium Labuan Bajo.

Aneka sumber daya dan produk lokal yang ada di Kabupaten Ngada, sangat menjanjikan dalam konteks mendukung Wisata Premim; baik dari sektor pertanian/perkebunan, sumber daya alam, keunikan warisan budaya dan perkampungan adat, kearifan lokal, maupun aneka hasil kerajinan tangan oleh berbagai kelompok usaha ekonomi kreatif.

Salah satu produk hasil karya kerajinan tangan yakni periuk dari tanah yang digeluti oleh Kelompok Usaha Ekonomi Kreatif "Maju Bersama" Desa Kelitei, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (1/9/2021), digambarkan bahwa periuk dari tanah hasil kreasi Mama-Mama Hebat Kelitei tersebut terbukti ramah lingkungan untuk menanak nasi, menjadi wadah berkualitas untuk mengolah produk Lontar menjadi minuman lokal (Arak), serta menjadi tempat penyimpan hasil-hasil panen.

"Awalnya, kami menekuni kerajinan ini karena memiliki peluang dan nilai jual secara ekonomis dengan modal ketekunan, keterampilan, kesabaran, kerja sama dan kerja keras," ujar Mama Emiliana selaku Ketua Kelompok.

Selain sebagai usaha kerajinan untuk tujuan ekonomis, hasil kreasi berupa periuk dari tanah, juga merupakan salah satu unsur kearifan lokal yang ada di Kabupaten Ngada.

"Ada nilai historis kultural di balik usaha kerajinan ini sehingga kami yakin ini sebagai kekhasan budaya yang tidak boleh hilang dan perlu diwarisi kepada generasi," tambah Mama Albertin Lulu sebagai Sekretaris Kelompok.

Sebagai sebuah Kelompok Usaha di Desa Kelitei, "Maju Bersama" juga memiliki manajemen kepengurusan yakni; Mama Emiliana sebagai Ketua Kelompok, Sekretaris Kelompok dijabat Mama Albertin Lulu, Mama Maria Dolu sebagai Bendahara, dan Anggota Kelompok yakni Mama Viktoria Moi, Mama Marselina Godho, Mama Florensiana Moi dan Mama Florentina Bate.

Kepala Desa Kelitei, Ignasius Wali Molo, mengaku bangga dengan usaha kelompok kerajinan tangan "Maju Bersama" sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif di Desanya.

"Hasil karya Periuk dari tanah merupakan salah satu produk unggulan Desa Kelitei. Diharapkan kelompok ini terus berkembang ke depan agar dapat menyerap tenaga kerja, terus memajukan ekonomi kreatif masyarakat, serta dapat menyiapkan sumber daya dan keterampilan masyarakat menjadi pelaku-pelaku usaha yang handal,' harap Kades Ignasius.

Kearifan Lokal Harus jadi Branding Wisata Premium

Selain memiliki aneka sumber daya lokal, Desa Kelitei juga termasuk dalam zona Kawasan Wisata Premium Labuan Bajo.

Selain itu, Desa Kelitei juga merupakan wilayah investasi Galian C, yakni pasir dan batuan yang dikelola bersama oleh PT. DKP dan masyarakat melalui Koperasi.

Melihat potensi yang ada dan letaknya yang strategis, Institute for Research, Consultation and Information of International of Investment (IRCI), menyatakan mendukung usaha ekonomi kreatif masyarakat Desa Kelitei yang akan menjadi Produk Unggulan.

"Ekonomi Kreatif harus berdampak pada aspek sosio-ekonomis, yakni pemberdayaan sumber daya manusia, optimalisasi potensi kearifan lokal, penciptaan lapangan kerja dan penguatan kompetensi dan keterampilan masyarakat melalui Balai Latihan Kerja (BLK)," dukung Direktur IRCI, Gabriel De Sola.

Selain itu, lanjut Gabriel, IRCI juga mendukung upaya pemerintah Desa, lembaga BPD dan tokoh-tokoh Masyarakat Kelitei yang kooperatif menerima Investor untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat Kelitei.

"Konsep kesejahteraan tidak terlepas dari investasi sehingga segala potensi daerah dapat dioptimalkan menjadi sumber kemakmuran. Kami siap mempromosikan Kelitei juga Inerie dan Ngada sebagai wilayah Destinasi Pariwisata Premium Labuan Bajo ke forum nasional dan internasional," komit Gabriel.

--- Guche Montero

Komentar