Breaking News

BERITA Dukung Gugus Tugas Covid-19, Yayasan Tunggadewi Bantu 2600 Paket Hygiene Kits 15 May 2020 17:16

Article image
Jenis bantuan berupa 2600 paket Hygiene Kits yang disumbangkan oleh Yayasan Tunggadewi kepada Gugus Tugas Covid-19. (Foto: Dok.YT)
"Bantuan ini adalah bentuk dukungan kepada pemerintah dan terus men-ssuport kerja-kerja Gugus Tugas dalam mengurangi angka (kurva) positif Covid-19 di Indonesia hingga situasi ini benar-benar berlalu," ungkap Annisa.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Yayasan Tunggadewi, sebagai sebuah organisasi non-profit yang didirikan oleh Annisa Pohan, Aliya Rajasa dan Sheila Herbowo, Kamis (14/5/20) menyumbangkan 2.600 buah paket Hygiene Kits berisi masker kain sritex, hand sanitizer, dan stiker edukasi virus Corona.

Bantuan tersebut diterima oleh dr. Tirta dan Ketua Bidang Relawan Pendukung, Yulius Setiarto, yang berlangsung di Posko Tim Relawan Gugus Tugas, Hotel Media Tower, Jakarta.

Selanjutnya, paket bantuan tersebut akan dibagikan kepada para pekerja yang masih bekerja di luar rumah seperti pekerja harian, pedagang kaki lima, ojek, pengemudi taksi, pemulung, tukang sapu jalan, supir ambulans, petugas makam, kaum dhuafa dan masyarakat lainnya yang terimbas pandemi Virus Corona (Covid-19).

Dalam siaran pers yang diterima media ini, Annisa Pohan selaku Co-Founder and Trustee Yayasan Tunggadewi mengatakan bahwa sumbangan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 dengan tujuan memberikan penyadaran kepada masyarakat terkait himbauan penggunaan masker, juga sosialisasi terkait alasan penggunaan masker. 

“Selain edukasi terkait pentingnya menggunakan masker, kami ingin memberi penyadaran kepada masyarakat tentang kebersihan, dengan selalu mencuci tangan sebagai upaya mencegah penularan. Kadang masyarakat tahu tentang Virus Corona tapi tidak tahu pasti bahaya, penularan dan bagaimana pencegahannya seperti apa. Sehingga  tujuan pemberian sumbangan ini untuk memberikan bantuan, tidak hanya dalam  berbentuk benda kesehatan seperti masker dan hand sanitizer, tetapi juga memberikan pengetahuan dan edukasi yang tepat tentang virus Corona kepada masyarakat,” ujar Annisa.

Karena itu, istri dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mengharapkan agar masyarakat lebih teredukasi terhadap bahaya penyebaran Virus Corona ini. "Dengan sosialisasi melalui sticker (brosur), masyarakat bisa lebih memiliki pemahaman dan lebih waspada serta mematuhi protokol kesehatan oleh WHO maupun himbauan pemerintah melalui Gugus Tugas," katanya.

Selain itu, Annisa berharap agar dengan bantuan tersebut bisa memberi inspirasi untuk orang lain, lembaga, komunitas, yayasan, maupun berbagai pihak agar terus menggalang gerakan solidaritas kemanusiaan dalam membantu sesama saudara yang terdampak pandemi Covid-19 ini.

“Apa yang kami lakukan ini adalah bentuk kepedulian dan rasa bersolider yang mungkin kecil dan sedikit. Namun, jika banyak orang yang tergerak melakukan hal serupa, tentu dampaknya akan menjadi besar dalam meringankan kondisi pandemi Corona ini,” ujarnya.

Bangga dengan Semangat Gotong-Royong

Kepada pemerintah, Annisa meminta agar lebih jelas dan tegas dalam membuat dan memberlakukan aturan (kebijakan) terkait upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Virus Corona tersebut. Sebab, dengan adanya aturan yang jelas, masyarakat dapat memahami, menyadari dan mematuhi setiap kebijakan.

“Kesadaran dan tanggung jawab masyarakat sangat menentukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Kita bangga dengan masyarakat Indonesia, yang tentu berkontribusi besar dalam membantu pemerintah dan Tim Gugus Tugas dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini," kesannya.

Ia mengaku bangga dengan usaha serta semangat gotong-royong, di mana masyarakat ikut terlibat dan berpartisipasi membantu pemerintah dengan berbagai upaya, baik bantuan materil, moril, dedikasi kesehatan, maupun mematuhi protokol kesehatan. 

"Kami berkeyakinan bahwa pemerintah dapat mengatasi situasi pandemi ini. Bantuan ini adalah bentuk dukungan kepada pemerintah dan terus men-ssuport kerja-kerja Gugus Tugas dalam mengurangi angka (kurva) positif Covid-19 di Indonesia hingga situasi ini benar-benar berlalu," dukungnya.

Diterangkan dalam rilis, Yayasan Tunggadewi merupakan wadah untuk melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial, pendidikan, pemberdayaan perempuan  dan kesejahteraan anak dalam menanggapi permasalahan publik yang ada di Indonesia.

Didirikan pada tahun 2009, Yayasan Tunggadewi memiliki visi meningkatkan tingkat pendidikan, taraf hidup masyarakat, serta keterampilan dengan menyediakan fasilitas dan wadah yang memadai serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tidak mampu. 

Yayasan ini memiliki lima misi yaitu pemberantasan buta aksara bagi seluruh lapisan masyarakat dengan memberikan pendidikan non-formal yang akan dikemas dalam berbagai bentuk; memberikan pendidikan dan pengertian kepada orang tua dan lingkungan sekitar betapa pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka yang kelak akan menjadi penerus bangsa; memberikan pendidikan moral, norma dan budaya kepada anak-anak agar dapat menjadi pribadi yang positif, dan berkembang secara maksimal, tanpa melupakan jati diri mereka sebagai penerus bangsa Indonesia.

Selain itu, misi lain yakni memberikan pelatihan dan keterampilan bagi masyarakat, khususnya para ibu agar dapat membantu kebutuhan rumah tangganya, mendidik anak-anak mereka dengan baik demi mencapai keluarga Indonesia Bahagia dan sejahtera; serta melakukan aksi cepat tanggap ketika terjadi bencana alam sebagai suatu kegiatan sosial dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat dan korban bencana alam.

--- Guche Montero

Komentar