Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

PROPERTI Dukung Pemerintah, Bank Dunia Kucurkan US$ 450 Juta Untuk Perumahan 20 Mar 2017 17:44

Article image
Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo Chaves (Foto: Ist)
Salah satu skema dalam dana bantuan ini adalah memberi bantuan Down Payment (DP) sesuai dengan jumlah tabungan penerima bantuan, juga cicilan sesuai standar pasar yang diberikan oleh institusi peminjam yang berpartisipasi dalam program ini.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Bank Dunia menyepakati untuk mengucurkan dana sekitar US$ 450 juta dalam mendukung pemerintah Indonesia memperluas akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam keterangan pers pada Senin (20/3/2017), Badan Direksi Bank Dunia menyebutkan bahwa sebagian pendanaan ini akan mendukung skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) milik pemerintah dengan sasaran pemilik rumah pertama yang berpendapatan rendah.

Skema tersebut memberi bantuan Down Payment (DP) sesuai dengan jumlah tabungan penerima bantuan, juga cicilan sesuai standar pasar yang diberikan oleh institusi peminjam yang berpartisipasi dalam program ini. Selain itu, pendanaan juga akan mendukung peningkatan Bantuan Stimulan perumahan Swadaya (BSPS), dengan sasaran 40% keluarga berpenghasilan terbawah di Indonesia.

Rodrigo Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia mengatakan, Indonesia sedang mengambil langkah maju yang besar melalui program ini untuk memastikan agar keluarga berpendapatan rendah mempunyai rumah yang layak, aman dan terjangkau.

"Memberikan keluarga Indonesia akses rumah yang terjangkau merupakan hal penting untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan. Perumahan yang lebih baik telah terbukti membawa dampak positif terhadap capaian kesehatan masyarakat, pendidikan dan tenaga kerja," kata Rodrigo.

Ia menambahkan, Indonesia menghadapi permintaan perumahan terjangkau dalam jumlah besar, dengan kebutuhan 1 juta unit tiap tahunnya. Sekitar 20% dari 64,1 juta unit rumah berada dalam kondisi burruk. Sekitar 22% penduduk perkotaan Indonesia, atau sekitar 29 juta orang, tinggal di kawasan kumuh.

Sementara itu, Taimur Said, Program Leader Bank Dunia, menyebutkan pendanaan ini juga akan mendukung pemerintah untuk memajukan dan reformasi institusi yang bertujuan memperkuat fondasi pasar perumahan. Program ini akan dijalankan melalui Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan (PU-PR) dengan memberi fokus mengatasi kurangnya persediaan rumah serta kualitas rumah yang rendah di wilayah perkotaan yang tumbuh pesat.

"Dengan semakin banyaknya orang yang tinggal dan bekerja di perkotaan, dukungan bagi proses urbanisasi yang inklusif dan terencana serta menambah pasokan perumahan yang cukup dengan layanan umum yang baik serta lingkungan yang saling terhubung menjadi semakin penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujarnya.

--- Ernie Elu Wea

Komentar