Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

SELEBRITI Eddy Silitonga “Biarlah Sendiri” Beristirahat dalam Damai 25 Aug 2016 10:46

Article image
Eddy Silitonga. (Foto: liputan6.com)
Jenazah Eddy Silitonga akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kabar duka kembali menyelimuti dunia musik Tanah Air. Penyanyi legendaris dan pemilik suara emas Eddy Silitonga (65 tahun) meninggal dunia, Kamis dinihari (25/8/2016) sekitar pukul 00.05 WIB di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Marco, anak Eddy Silitonga  membenarkan berita meninggalnya sang ayah.

"Ya benar, Eddy Silitonga sudah meninggal baru saja. Saat ini jenazah sedang dimandikan," ujar Marco, Kamis (25/8/2016) dini hari seperti dilansir Bintang.com.

Menurut Marco, sang ayah meninggal usai menjalani proses pengeluaran racun melalui alat.

"Sebelumnya malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, ayah menjalani proses pengeluaran racun dengan menggunakan alat. Namun sekitar pukul 00.05 WIB, dinyatakan sudah tidak ada lagi," ujar Marco.

Jenazah direncanakan akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan hingga Sabtu mendatang.

"Di rumah duka sini (RS Fatmawati) saja selama tiga hari ke depan. Tidak dibawa ke rumah," ujar Marco lebih lanjut.

Jenazah Eddy Silitonga, menurut Marco akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sebelum meninggal, Eddy Silitonga sempat koma akibat stroke dan menjalani perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Akibat kondisi ini, sempat muncul berita bahwa Eddy Silitonga sudah meninggal, pada Rabu (10/8/2016) tengah malam.

Kabar tersebut diketahui dari postingan yang diunggah ke akun Facebook atas nama Ronnie Sianturi. Namun, tak lama, akun Facebook atas nama Yolanda Makasunggal meralatnya dan mengklaim keadaan Eddy yang masih dapat diselamatkan.

Menanggapi hal itu, keluarga Eddy sempat kesal. "Kesal, sih. Mereka kan belum tahu, sementara kami kan keluarganya. Kok main-main bikin dan nyebar-nyebarin (kabar tak benar)," tutur Mario, Kamis (11/8/2016).

Mario mengabarkan waktu itu bahwa keadaan Eddy telah membaik dan dapat memberi respon.

"Puji Tuhan, (keadaan Eddy) sudah membaik. Kami tetap minta doanya. Saat ini, sih, sudah, merespon, sudah melek," ujar Mario.

Masih berdasarkan penuturan Mario, Eddy dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Rabu (10/8/2016) pukul 06.00 WIB lantaran sakit gula dan jantung.

Eddy Silitonga dikenal sebagai seorang musisi senior yang mulai dikenal di era 70-an. Eddy lahir di Pematang Siantar, 17 November 1950. Dikenal dengan suaranya yang tinggi dan melengking, Eddy adalah anak keempat dari 11 bersaudara, putera pasangan Gustaf Silitonga dan Theresia Siahaan. Di puncak ketenarannya ia menyanyikan lagu “Biarlah Sendiri” ciptaan pengarang dan penyanyi senior Rinto Harapan pada tahun 1976.

Pada tahun 1967 Eddy Silitonga meraih Juara 1 Penyanyi Seriosa Sumatera Utara. Selain itu ia juga meraih Juara Pop Singer di Medan.

Ia meraih juara ke-4 Festival Lagu Popular yang digelar di Taman Ismail Marzuki Jakarta, dengan lagu "Biarlah Sendiri".

Eddy Silitonga meraih juara pertama pria Lomba Lagu Minang pada tahun 1983.

Tiga tahun kuliah di Institute Teknologi Mapua di Filipina, dia membentuk grup sendiri "Eddy's Group" pada puncak kejayaannya 1976-1979. Kemudian dia menjadi sekretaris PARSEL (Pengayuban Artis Jakarta Selatan) yang diketuai pelawak Ateng dan Is Haryanto.

Sejumlah album telah dihasilkannya, yaitu Tembang Kenangan Volume 2 berjudul “Doa dan Jatuh Cinta”, Tembang Kenangan Vol 5 “Surga di Telapak Kaki Ibu”, Rinto Harahap Album Sukses VCD “Biarlah Sendiri dan Ayah”, dan 50 Tahun Rinto Harahap Vol 1 VCD karaoke “Oh Melati”. Berpulanglah dalam damai, Bang Eddy. 

 

 

--- Very Herdiman

Komentar