Breaking News
  • Indonesia-Australia jajaki tarif 0 persen untuk tiga komoditas
  • Kemendag amankan minuman beralkohol tanpa izin impor
  • Laos tertarik alutsista dan pupuk Indonesia
  • OJK: Masyarakat banyak belum paham fungsi produk jasa keuangan

MAKRO Ekonom Bank Mandiri: BI Berpeluang Pangkas Lagi Suku Bunga Acuan 04 Oct 2017 18:57

Article image
Gedung Bank Indonesia. (Foto: ist)
“Pandangan dari ahli ekonomi luar menyebutkan sudahlah jangan diturunkan lagi karena bisa mempengaruhi kurs, tapi kami sendiri dari kajian masih melihat ada ruang, dan itu akan sangat bergantung pada data triwulan III...”     

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Bank Indonesia dinilai masih berpeluang untuk kembali menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate, pada tiga bulan terakhir 2017, karena ekspektasi akan membaiknya pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2017 dan meredanya tekanan nilai tukar rupiah.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Persero Tbk, Anton Gunawan mengatakan, tingkat bunga riil saat ini ditambah laju inflasi terkendali, dan juga komparasi dengan beberapa negara emerging markets lain, Indonesia masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan, yang saat ini sebesar 4,25 persen.

"Pandangan dari ahli ekonomi luar menyebutkan sudahlah jangan diturunkan lagi karena bisa mempengaruhi kurs, tapi kami sendiri dari kajian masih melihat ada ruang, dan itu akan sangat bergantung pada data triwulan III," ujar Anton di Jakarta, Rabu (4/10).

Saat ini, suku bunga acuan di Malaysia sebesar 2,95 persen, Filipina tiga persen dan Thailand 1,5 persen. Bank Indonesia pada September 2017 lalu baru saja menurunkan suku bunga acuannya untuk kedua-kali berturut-turut pada tahun ini, karena laju inflasi yang terus bergerak ke batas bawah sasaran 3-5 persen.

Penurunan pada September 2017 lalu juga melengkapi delapan kali pelonggaran kebijakan suku bunga acuan sejak awal 2016 atau penurunan akumulatif sebesar dua persen.

Dia memerkirakan Bank Sentral akan mempertimbangkan apakah akan kembali memberikan stimulus di kuartal terakhir tahun ini, berdasarkan hasil pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017. Dia dan Bank Indonesia sama-sama yakin pertumbuhan ekonomi kuartal III 2017 akan lebih baik dibandingkan kuartal II 2017 yang sebesar 5,01 persen. "Lebih baik karena sangat didorong belanja pemerintah," ujar dia.

Pertimbangan Bank Indonesia selanjutnya, ujar dia, adalah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.  Menurutnya, meskipun rupiah terus tertekan dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas masih terjaga. Anton mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan kembali ke rentang Rp13.400 di akhir tahun.

"Rupiah meski sempat melemah hingga ke arah Rp13.600 kemarin, tapi kami yakin bakal balik lagi ke Rp13.400 per dolar. Ambil untung sementara wajar terjadi," ujar dia.

--- Sandy Romualdus

Komentar